Bisnis / Keuangan
Senin, 04 Mei 2026 | 19:49 WIB
Hunian Milik LPKR yang membukukan laba bersih Rp 107 miliar.
Baca 10 detik
  • PT Lippo Karawaci Tbk membukukan laba bersih Rp 107 miliar dengan total pendapatan Rp 1,80 triliun pada kuartal I-2026.
  • Perusahaan meraih pra penjualan real estate sebesar Rp 1,95 triliun yang didominasi oleh permintaan tinggi pada produk rumah tapak.
  • Kinerja positif didukung peluncuran proyek baru di Park Serpong serta efisiensi operasional pada segmen bisnis gaya hidup perusahaan.

Suara.com - PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) membukukan laba bersih sebesar Rp 107 miliar pada kuartal I-2026. Raihan laba bersih ini disokong dari pendapatan yang mencapai Rp 1,80 triliun pada periode yang sama.

CEO LPKR, John Riady, mengatakan perseroan juga meraih pra penjualan pada segmen reakl estate Rp 1,95 triliun atau setara 32 persen.

"Permintaan tetap terkonsentrasi pada rumah tapak, khususnya produk di segmen terjangkau dan menengah, yang menjadi fokus utama strategi kami," ujarnya di Jakarta, Senin (4/6/2026).

Adapun, produk rumah tapak menyumbang 84 persen dari total pra penjualan, mencerminkan tingginya minat pembeli rumah pertama (first-time homebuyers) dan end-user.

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR atau Perseroan) membukan laba bersih Rp 107 miliar pada kuartal I-2026.

Pencapaian ini juga didukung oleh peluncuran Park Serpong Phase 7 di Park Serpong, serta Neo 5ense Collection di Cikarang. Pengembangan baru ini berhasil menangkap permintaan dari segmen pasar massal maupun menengah, sekaligus memperkuat posisi LPKR di pasar rumah tapak.

Sedangkan, arus kas tercatat sebesar 20 persen secara tahunan menjadi Rp 499 miliar pada tiga bulan pertama tahun 2026, didukung oleh peningkatan penerimaan dari pelanggan. LPKR menutup kuartal pertama tahun ini dengan posisi kas yang kuat sebesar Rp 1,62 triliun.

Di tingkat Lippo Karawaci (Holdco), penjualan residensial berkontribusi sebesar Rp 1,22 triliun, didukung oleh penjualan unit komersial sebesar Rp 156 miliar, kavling tanah Rp 30 miliar, serta penjualan lahan pemakaman di San Diego Hills sebesar Rp 33 miliar.

Momentum penjualan juga diperkuat oleh peluncuran produk baru di Park Serpong Phase 7 pada Kuartal I-2026, yaitu Goldtops, Gold, Silver, Bronze, Urban, dan Treetops, yang ditawarkan dengan harga terjangkau dan didorong oleh tingginya permintaan di segmen hunian terjangkau.

Segmen lifestyle LPKR mencatatkan kinerja yang tetap solid pada kuartal pertama tahun ini, dengan pendapatan sebesar Rp 310 miliar, EBITDA Rp 103 miliar, dan laba bersih sebesar Rp 55 miliar. Kinerja ini mencerminkan ketahanan segmen di tengah melemahnya permintaan, yang tetap didukung oleh berbagai inisiatif efisiensi operasional.

Baca Juga: Emiten MPMX Raup Laba Bersih Rp 173 Miliar di Kuartal I-2026

Secara operasional, rata-rata tarif kamar hotel stabil di Rp 639 ribu, sementara jumlah pengunjung mal meningkat 6 persen YoY menjadi 11,5 juta pengunjung per bulan, menunjukkan momentum pemulihan sektor ritel yang berkelanjutan.

"Kami akan terus berfokus pada eksekusi di seluruh proyek township kami, sembari tetap menjaga pendekatan yang pruden dalam pengelolaan modal dan operasional," pungkas John.

Load More