- PT Bank OCBC NISP mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,36 triliun pada kuartal pertama tahun 2026 atau tumbuh 5 persen.
- Pertumbuhan laba didorong oleh kenaikan pendapatan operasional, peningkatan total aset menjadi Rp312,9 triliun, serta penyaluran kredit yang positif.
- Bank berhasil memperkuat rasio dana murah sebesar 61,9 persen dan mencatat kenaikan transaksi e-channel sebesar 15 persen secara tahunan.
Suara.com - PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) mengawali tahun dengan capaian positif setelah mencatatkan kinerja keuangan perusahaan tetap resilien dan bertumbuh sepanjang periode tiga bulan pertama tahun ini.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru per 31 Maret 2026, emiten perbankan ini berhasil membukukan laba bersih OCBC 2026 sebesar Rp1,36 triliun atau tumbuh sebesar 5 persen secara tahunan (year on year/YoY) di tengah dinamika industri perbankan Indonesia.
Pencapaian laba tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan operasional yang tumbuh 6 persen YoY, seiring dengan peningkatan total aset Bank OCBC sebesar 7 persen YoY menjadi Rp312,9 triliun.
Selain itu, pertumbuhan kredit OCBC juga tercatat positif mencapai Rp171,0 triliun, yang diimbangi dengan kualitas aset yang terjaga serta penguatan rasio CASA atau dana murah yang kini mencapai
level 61,9 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK).
Dari sisi manajemen risiko, OCBC berhasil menjaga rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross di level 2,1 persen.
Sementara itu, Loan at Risk (LaR) menunjukkan perbaikan ke angka 5,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 5,4 persen.
Sebagai langkah antisipatif, bank juga menyiapkan pencadangan NPL yang sangat memadai, yakni sebesar 221,8 persen.
Pada sisi penghimpunan dana, jumlah DPK tercatat mencapai Rp226,4 triliun atau tumbuh 4 persen YoY.
Rasio permodalan bank juga berada pada posisi yang sangat kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,0 persen, memberikan ruang yang luas bagi perusahaan untuk melakukan ekspansi bisnis di masa mendatang.
Baca Juga: Bank Mandiri Tebar Dividen Rp44,47 Triliun, Cek Jadwalnya
Presiden Direktur OCBC, Parwati Surjaudaja, menyatakan bahwa kinerja ini mencerminkan kekuatan model bisnis bank yang mampu menyeimbangkan antara aspek pertumbuhan dan prinsip kehati-hatian.
"Kami melihat momentum pertumbuhan yang tetap terjaga di awal tahun 2026, baik dari sisi intermediasi maupun penghimpunan dana," ujar Parwati dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, pertumbuhan kredit yang tetap positif mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan nasabah dan perekonomian, sementara peningkatan CASA menunjukkan kepercayaan nasabah yang semakin kuat terhadap layanan.
Transformasi digital juga menjadi motor penggerak utama pertumbuhan perusahaan. Pada kuartal pertama 2026, total nilai transaksi melalui e-channel tumbuh signifikan hingga 15 persen YoY.
Pengguna aktif individu pada layanan internet banking dan OCBC Mobile meningkat 8 persen YoY, sementara pada segmen korporasi, pengguna aktif OCBC Business Mobile melonjak hingga 20 persen YoY.
Melalui penguatan layanan perbankan digital OCBC dan pengembangan produk yang relevan, bank berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan.
Berita Terkait
-
Bank Mandiri Raih Kinerja Moncer, Ekonom Nilai Buah Hasil Ekspansi
-
Aset IRRA Tembus Rp2,43 Triliun, Laba Bersih Naik 23,03 Persen pada 2025
-
Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025
-
Mitratel Bukukan Kinerja Solid, Laba Bersih Tembus Rp2,1 Triliun
-
Sempat Alami Kerugian, KB Bank Indonesia hanya Raup Laba Rp66,59 Miliar
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Pasar Lagi Goyang, Awas Emosi Bikin Cuan Melayang!
-
Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Brent Tembus 119 Dolar AS
-
Lonjakan Harga Pangan Hari Ini: Bawang Merah, Cabai, hingga Telur
-
Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk
-
UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?
-
Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah
-
Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria
-
Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026
-
Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...
-
Haga Emas Antam Terus Turun, Hari Ini Dibanderol Rp 2.769.000/Gram