Bisnis / Keuangan
Jum'at, 01 Mei 2026 | 12:56 WIB
Proses bongkar muat semen kantong Semen Gresik  di Dermaga Terminal Khusus (Tersus) SIG di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Foto SIG.
Baca 10 detik
  • Laba bersih SIG melonjak 88,7% menjadi Rp 80 miliar pada Kuartal I-2026.
  • Penjualan semen kantong domestik tumbuh 11%, melampaui pertumbuhan pasar nasional.
  • Proyek dermaga Tuban rampung, siap genjot ekspor semen ke AS pada pertengahan 2026.

Suara.com - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengawali tahun 2026 dengan catatan gemilang. Meski industri semen domestik masih dibayangi tantangan kelebihan kapasitas (overcapacity) dan tensi geopolitik global, emiten berkode saham SMGR ini sukses mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian kuartal I-2026, SIG membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 80 miliar. Angka ini melonjak tajam 88,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan laba ini ditopang oleh pendapatan perusahaan yang mencapai Rp 8,29 triliun, atau naik 8,3% secara year on year (yoy). Dari sisi operasional, SIG juga mencatatkan EBITDA sebesar Rp 1,06 triliun dengan laba sebelum pajak sebesar Rp 156 miliar.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengungkapkan bahwa tren positif ini merupakan kelanjutan dari transformasi bisnis yang telah dijalankan sejak akhir tahun lalu.

"Strategi transformasi yang dijalankan SIG berhasil mencatatkan tren pertumbuhan kinerja positif sejak kuartal IV-2025 dan berlanjut sepanjang kuartal I-2026," ujar Vita dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).

Vita menjelaskan, volume penjualan SIG naik 1,7% menjadi 8,71 juta ton. Penjualan domestik menjadi motor utama dengan kenaikan 5,4%, di mana segmen semen kantong tumbuh agresif sebesar 11% yoy, melampaui pertumbuhan permintaan nasional yang berada di angka 7%.

Meski beban pokok pendapatan naik 8,6% menjadi Rp 6,62 triliun akibat kenaikan harga bahan bakar dan energi, SIG berhasil menekan biaya keuangan bersih hingga turun 35,4% yoy berkat tata kelola keuangan yang disiplin.

Ke depan, SIG membidik pasar ekspor untuk menyiasati kondisi pasar domestik. Melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), SIG bekerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation telah merampungkan pengembangan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur.

Fasilitas ini dijadwalkan beroperasi pada pertengahan tahun 2026 untuk menggenjot pengiriman semen ke Amerika Serikat dan negara lainnya.

Baca Juga: Dorong Energi Terbarukan, Emiten HGII Raup Laba Rp17,96 Miliar di Kuartal I 2026

"Rampungnya proyek di Tuban menjadi tonggak bagi perusahaan untuk mendorong lebih banyak ekspor semen yang akan menghasilkan margin yang lebih besar," pungkas Vita.

Load More