- Pengamat Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tukar rupiah berpotensi melemah hingga mencapai level Rp17.550 per dolar AS minggu ini.
- Pelemahan rupiah dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dengan Iran serta serangan terhadap kilang minyak Rusia.
- Bank Indonesia melakukan intervensi melalui transaksi pasar valuta asing demi menjaga stabilitas nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya.
Suara.com - Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan nilai tukar rupiah ke titik terendah masih sangat wajar. Bahkan, Ia meramal rupiah bisa tembus ke level terdalam.
Saat ini, nilai tukar rupiah telah dibanderol sebesar Rp 17.400. Namun, perkiraan Ibrahim mata uang garuda bisa tembus ke level Rp 17.550 per dolar AS.
"Rupiah yang mengalami pelemahan sudah di atas Rp 17.400. Target saya sendiri dalam minggu ini adalah di Rp 17.550. Kemungkinan besar, kemungkinan akan tercapai," ujarnya kepada Wartawan, Selasa (5/5/2026).
Menurut Ibrahim, salah satu penyebab utama yaitu kondisi geopolitik antara Amerika Serikat dengan Iran semakin memanas, sehingga memantik investor kembali ke aset-aset yang aman atau safe haven.
"Kemudian, penyebab lainnya ukraina yang melakukan penyerangan dengan menggunakan drone terhadap wilayah, rusia kilang-kilang minyak dibombardir dan ini mengakibatkan produksi kilang minyak di Rusia ini mengalami penurunan. 10 persen kemungkinan besar ini mengalami penurunan, sehingga ini berdampak terhadap penguatan harga minyak mentah baik grain maupun WTI crude oil," ucapnya.
Bank Indonesia (BI) akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik. Hal ini dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya.
Pasalnya, berdasarkan data Bloomberg, menunjukkan mata uang Garuda terus melemah dan menyentuh Rp14.437 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini mencetak rekor buruk baru bagi rupiah.
Dalam hal ini, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset BI, Erwin Gunawan Hutapea, menyampaikan bahwa pergerakan Rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya.
"Pergerakan rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya. Philippine peso melemah sebesar 6,58 persen, Thailand baht melemah 5,04 persen, India rupee melemah 4,32 persen, demikian pula dengan Chile peso -4,24 persen Indonesia rupiah -3,65 persen dan Korea won -2,29 persen," bebernya dalam pernyataan tertulis yang diterima, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.437, Bank Indonesia : Semua Mata Uang Negara Berkembang Melemah
Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder.
Menurut dia, langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN