- Nilai tukar rupiah melemah 0,09 persen menjadi Rp17.409 per dolar AS pada perdagangan Selasa pagi, 5 Mei 2026.
- Pelemahan rupiah dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah yang terus berlanjut sehingga mendorong penguatan mata uang dolar AS.
- Selain rupiah, beberapa mata uang Asia seperti peso Filipina dan ringgit Malaysia turut melemah terhadap dolar Amerika Serikat.
Suara.com - Mata uang rupiah pada pagi hari ini, Selasa 5 Mei 2026 dibuka tidak berdaya oleh Dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada pasar spot ke level Rp17.409 terhadap dolar AS.
Hal ini membuat rupiah melemah 0,09 persen dibandingkan Senin Sore yang ada di level Rp17.394. Sedangkan kurs Jisdor BI berada di level Rp17.368.
Pelemahan rupiah ini dinilai Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, disebabkan oleh ketegangan di Timur Tengah yang terus berlanjut.
"Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS yg menguat meresopn eskalasi di Timur Tengah," katanya saat dihubungi Suara.com.
Kata dia, pelemahan diperkirakan akan terbatas, dengan investor menantikan data pertumbuhan ekonomi kuartal I di 2026.
"PDB Q1 Indonesia yang akan dirilis siang juga bisa memberi tekanan pada rupiah saat ini. Perkiraan rupiah bergerak Range 17350-17450," jelasnya.
Sementara itu, pelemahan rupiah juga terjadi pada beberapa mata uamg asia lainnya. Salah satunya peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,21 persen.
Selanjutnya, ringgit Malaysia yang terkoreksi 0,18 persen dan baht Thailand tertekan 0,1 persen. Disusul, dolar Hong Kong yang turun 0,03 persen.
Baca Juga: Data Ekonomi Loyo, Rupiah Terkapar ke Level Rp17.394 per Dolar AS
Berikutnya ada dolar Taiwan yang terlihat bergerak tipis dengan kecenderungan melemah terhadap the greenback di pagi ini. Sedangkan, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,2 persen.
Diikuti, yen Jepang dan dolar Singapura yang sama-sama menguat tipis 0,02 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen
-
IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000
-
RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan
-
Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu
-
Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel
-
Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?
-
Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI
-
Indonesia Sudah Stop Impor Solar Sejak April
-
Mengapa Danantara Berani Investasi di Saham Gocap Milik GOTO? Apa Untungnya?
-
Digitalisasi Sampah di Desa Tamanmartani, 1.400 Warga Bisa Bayar Lewat QRIS BRI Depan Rumah