Suara.com - Menandai babak baru dalam sejarah 125 tahun pengabdiannya, PT Pegadaian resmi menembus pasar internasional dengan membuka kantor cabang luar negeri pertama di Dili, Timor Leste.
Langkah berani ini bukan sekadar perluasan jangkauan geografis, melainkan manuver strategis sebagai bagian dari Holding Ultra Mikro (UMi) untuk memperkuat inklusi keuangan di kawasan Asia Tenggara.
Peresmian diselenggarakan pada akhir Maret 2026 oleh Damar Latri Setiawan selaku Direktur Utama PT Pegadaian yang didampingi Komisaris Utama PT Pegadaian, AM Putranto serta Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian, Eka Pebriansyah.
Hadir pula Wakil Perdana Menteri Timor Leste, Mariano Assanami Sabino Lopes, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Timor Leste, Okto Dorinus Manik, SEVP Ultra Micro Business BRI, Muhammad Candra Utama, dan perwakilan BUMN lainnya yang berkedudukan di Timor Leste.
Berkat model bisnis yang telah teruji selama seabad lebih di Indonesia, akses modal bagi pelaku usaha mikro dan masyarakat lokal kini semakin praktis dengan memanfaatkan nilai emas untuk jaminan melalui Pegadaian sebagai lembaga pinjaman serta pembiayaan yang mudah, cepat, dan aman.
“Hadirnya Pegadaian di bumi Timor Leste ini adalah wujud semangat kolaborasi untuk tumbuh bersama. Kami melihat kedekatan geografis dan historis sebagai fondasi kuat untuk membangun kemitraan jangka panjang. Kami ingin membawa pengalaman 125 tahun kami dalam mendukung UMKM di Indonesia untuk turut memberdayakan pelaku usaha lokal di sini," ungkap Damar.
Melalui sinergi kuat bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), Pegadaian berupaya melengkapi layanan keuangan yang telah ada, meningkatkan literasi keuangan masyarakat, serta mempercepat akses pembiayaan.
Damar menjelaskan bahwa, “Pegadaian akan memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah dijangkau sehingga pelaku usaha Timor Leste memiliki modal untuk tumbuh dan berkembang. Salah satu program yang kami berikan adalah Gadai Peduli atau Gadai Bebas Sewa Modal, program ini bebas sewa modal selama 2 bulan dengan uang pinjaman maksimal US$100, selama April 2026.”
Selayaknya yang diungkapkan oleh Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian, Eka Pebriansyah, layanan yang pertama adalah gadai emas Pegadaian.
Baca Juga: Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian Raih Penghargaan Top CX Brand Award 2026
Bagi masyarakat Dili yang mempunyai perhiasan emas maupun emas batangan, maka bisa memanfaatkan jasa Pegadaian tersebut dengan nilai taksiran transparan mengikuti harga emas terkini. Ke depannya, Pegadaian akan menambah ragamnya.
PT Pegadaian juga menjamin kualitas layanan di Dili sejajar dengan standar tinggi di Indonesia. Strategi ini diwujudkan melalui kolaborasi tenaga ahli domestik dan staf lokal yang telah melewati standardisasi ketat.
Lebih dari sekadar penyedia pinjaman, Pegadaian turut menekankan aspek sosial maupun edukasi dengan membekali pemahaman konsumen terkait kecerdasan finansial, termasuk nantinya pengenalan konsep Tabungan Emas sebagai aset masa depan.
Debut internasional PT Pegadaian di Dili, Timor Leste sendiri mendapatkan respons positif dan memicu optimisme dari masyarakat setempat.
Bagi pelaku UMKM serta ibu rumah tangga, langkah ekspansif ini menjadi angin segar yang membuka pintu akses keuangan secara lebih praktis, transparan, dan terjamin keamanannya.
Berlandaskan semangat “Melayani Sepenuh Hati”, Pegadaian percaya diri dapat mengambil peran sentral dalam memacu pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Timor Leste.
Inisiatif ini menjadi tonggak baru dalam mempertegas komitmen persahabatan dan kerja sama ekonomi antarkedua negara yang saling menguntungkan serta berkelanjutan di masa depan.***
Berita Terkait
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Link Live Streaming Persekat Tegal vs Persiba Balikpapan: Siapa yang Harus Turun Kasta?
-
Link Live Streaming Persipura vs Adhyaksa FC: Laga Hidup Mati Menuju Super League
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Gaji Rp8 Juta Kena Pajak Berapa? Begini Panduan Menghitungnya
-
Eks Bos Astra Infra Port Eastkal Dipanggil KPK dalam Dugaan Korupsi Investasi
-
Kemendag Janji Akun Seller Tak Akan Diblokir Meski Belum Punya NIB
-
Marketplace Tak Bisa Lagi Naikkan Biaya Sepihak, Seller Kini Wajib Setujui Perubahan Kontrak
-
Harga Gas Industri Melonjak Bahlil: Produksi Domestik Berkurang!
-
Mau Jadi Pemenang Super BRILink Agen 2026? Mulai dari 3 Langkah Ini
-
APINDO Buka Suara soal Danantara Ekspor, Bisa Tekan Kebocoran Devisa?
-
Arus Peti Kemas Melesat, Ekspor Tapioka hingga Udang Jadi Motor Pertumbuhan
-
Danantara Bangun Industri Unggas Rp20 T, Ganggu Bisnis Emiten Peternakan?