Bisnis / Energi
Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:03 WIB
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
Baca 10 detik
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, pada 8 Mei 2026.
  • Pertemuan tersebut membahas langkah diversifikasi energi guna memperkuat ketahanan serta stabilitas pasokan energi di kawasan Asia Tenggara.
  • Indonesia berkomitmen mempercepat transisi energi melalui pengembangan PLTS, mandatori biodiesel B50, serta akselerasi penggunaan kendaraan listrik bagi keberlanjutan.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 di Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026).

Kehadiran ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah diversifikasi energi guna menjaga stabilitas pasokan energi nasional dan kawasan.

Bahlil menjelaskan bahwa pertemuan tersebut berfokus pada ketahanan dan resiliensi energi di kawasan Asia Tenggara di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik global.

"Kondisi energi global saat ini sedang tidak menentu. Kita harus lakukan diversifikasi energi, agar ketika satu sumber energi sulit didapat, kita masih punya sumber energi yang lain," ujar Bahlil di sela KTT ASEAN, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, Indonesia memiliki banyak sumber energi alternatif selain fosil yang berperan strategis pada upaya ketahanan energi.

Saat ini, Indonesia tengah mengupayakan transisi ke energi alternatif melalui sejumlah program prioritas, antara lain pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt, peningkatan mandatori biodiesel menuju 50 persen (B50), serta percepatan penggunaan kendaraan listrik.

KTT ke-48 ASEAN di Cebu. (foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Langkah ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto pada sesi pleno KTT ASEAN.

Presiden menegaskan bahwa negara-negara ASEAN harus mengantisipasi potensi gangguan pasokan energi jangka panjang secara proaktif, bukan reaktif.

Presiden Prabowo mengimbau para pemimpin negara ASEAN untuk mempercepat transisi ke sumber energi alternatif dan memperluas pemanfaatan energi terbarukan guna menghadapi dinamika global.

Baca Juga: Ambisi Prabowo-Bahlil: Alirkan Listrik Lintas Negara ke Wilayah 3T

"Diversifikasi energi bukan lagi pilihan. Ini sangat penting dan perlu. Kita harus bergerak lebih cepat untuk mempersiapkan energi terbarukan," tegas Presiden Prabowo.

Melalui forum ini, Indonesia menyatakan komitmennya untuk memperkuat kerjasama ketahanan energi di Asia Tenggara sekaligus mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Load More