- Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati, diduga melakukan eksploitasi finansial dan kekerasan seksual terhadap santrinya.
- Pelaku memanfaatkan doktrin kesaktian dan klaim keturunan Nabi untuk memanipulasi pengikut agar menyerahkan harta serta melakukan tindakan asusila.
- Kemenag Jawa Tengah resmi mencabut izin operasional pesantren pada Mei 2026 setelah kasus tersebut terungkap sejak September 2024.
Suara.com - Kasus dugaan asusila dan kekerasan seksual yang menjerat AS atau Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, membuka kotak pandora yang jauh lebih dalam.
Di balik citra dermawan karena menggratiskan biaya pendidikan bagi para santrinya, tersimpan dugaan praktik eksploitasi finansial yang sistematis terhadap para pengikut setianya.
Pada Sabtu (9/5/2026), ratusan massa mengepung lokasi pesantren di Pati tersebut, menuntut keadilan bagi puluhan korban dan hukuman maksimal bagi sang kiai.
Namun, sebuah pertanyaan besar menyeruak ke permukaan: dari mana sumber dana operasional pondok ini jika santrinya tidak sepenuhnya dipungut biaya?
Pondok Dibangun di Atas Penderitaan Santri
Kesaksian mengejutkan datang dari seorang mantan pengikut berinisial S, yang mengaku telah mengabdi kepada Ashari selama satu dekade lebih, terhitung sejak 2008 hingga 2018. Ia menggambarkan pengabdiannya bukan sebagai santri, melainkan sebagai "budak" finansial.
S mengungkapkan bahwa salah satu mesin uang pesantren berasal dari kiriman orang tua santri yang didapat melalui kebohongan.
"Sebelas tahun saya jadi budak. Pondok ini dibangun dari uang budak-budak si iblis A. Tahun 2008 saya disuruh berbohong kepada orang tua saya kalau saya mondok di Jepara, supaya uang kiriman itu bisa masuk ke sini," tuturnya, dikutip dari NU Online Jateng.
Tak berhenti di situ, Ashari diduga memoroti harta benda para pengikutnya hingga habis tak bersisa. Modus yang digunakan meliputi paksaan menjual aset pribadi, seperti tanah, hingga menggadaikan sertifikat rumah milik pengikut demi membiayai ambisi finansial dan operasional sang pengasuh.
Baca Juga: Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku
Lantas, mengapa para pengikut begitu patuh menyerahkan harta bendanya?
Berdasarkan penuturan para korban, Ashari membangun otoritasnya lewat doktrin sebagai sosok Khariqul Adah—seseorang yang memiliki kemampuan di luar nalar manusia biasa.
Ia kerap memamerkan "kesaktian" berupa tebakan waktu kematian seseorang hingga jenis kelamin bayi yang masih dalam kandungan dengan presisi tinggi. Keajaiban-keajaiban yang kebetulan terjadi ini membuat jamaah memberikan kepercayaan buta dan menganggapnya sebagai seorang wali.
Kepercayaan ini kemudian diselewengkan menjadi pintu masuk tindakan asusila. Dengan klaim sebagai keturunan Nabi, Ashari mencuci otak para pengikutnya bahwa segala isi dunia, termasuk istri-istri pengikutnya, adalah "halal" baginya.
"Doktrinnya itu, dunia seisinya ini halal bagi keturunan Nabi. Jadi seumpama istri (pengikut) dinikahi dia pun, katanya halal. Hampir semua santriwati mengalami hal serupa," beber S.
Menanggapi skandal yang telah memuncak ini, Kementerian Agama (Kemenag) melalui Kanwil Kemenag Jawa Tengah mengambil langkah drastis pada Mei 2026. Izin operasional Pondok Pesantren Ndholo Kusumo resmi dicabut secara permanen.
Berita Terkait
-
Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut
-
Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu
-
Belajar dari Kasus Ponpes Pati: Ruang Pendidikan Gagal Hadirkan Rasa Aman
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Pengusaha Ngadu ke Purbaya, Proyek PLTSa Makassar Terhambat Sejak 2022
-
OJK Pantau Pindar KoinP2P, Setelah Petingginya Tersandung Korupsi
-
Industri Kretek Indonesia Terancam Mati
-
Fenomena Food Noise yang Bikin Indonesia Peringkat ke-3 di Asia Tenggara
-
Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang
-
Anomali IHSG Pekan Ini: Indeks Melemah, Asing 'Net Buy' Jumbo
-
Tak Hanya Eksploitasi Seksual, Ashari Kiai Cabul Juga Minta Setoran Uang dari Pengikut
-
Update Harga Emas Minggu 10 Mei 2026: Antam Stabil, Galeri24 Naik, UBS Justru Turun!
-
Update Harga Emas Antam Terbaru 10 Mei 2026 dari 0,5 Gram hingga 1.000 Gram
-
Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz