- IHSG diprediksi mengalami tekanan atau potensi penguatan terbatas pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026 di Jakarta.
- Pelemahan dipicu oleh kenaikan tarif royalti pertambangan, ketegangan geopolitik AS-Iran, serta ancaman penyebaran virus Hantavirus.
- Para analis merekomendasikan pemantauan saham seperti KLBF, MAPI, MAPA, AADI, dan BULL pada perdagangan awal pekan tersebut.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan masih tertekan pada peragangan awal pekan, Senin, 11 Mei 2026.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memproyeksikan IHSG besok berpotensi melemah dalam rentang level support 6.892 dan resistance 7.095.
Secara teknikal, indikator MACD menunjukkan pelemahan tren yang diperkuat dengan pergerakan RSI yang terus menurun.
"Selain itu, tercatat tekanan jual asing masih berlanjut di reguler market sebesar Rp2,44 triliun di perdagangan pekan lalu," katanya saat dihubungi Suara.com, Minggu (10/5/2026).
Menurut Audi, pasar saat ini sedang mencerna dampak usulan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2025 mengenai kenaikan tarif royalti pertambangan. Kebijakan ini muncul seiring adanya potensi windfall profit akibat lonjakan harga komoditas global.
Dalam usulan tersebut, tarif dasar royalti emas akan dinaikkan dari 7 persen menjadi 14 persen, atau melonjak 100 persen pada bracket bawah. Sedangkan, untuk tembaga dengan asumsi harga rata-rata tahun 2026 sebesar 12.655 dolar AS, tarif efektifnya diusulkan naik dari 10 persen menjadi 12 persen.
"Kondisi ini dinilai akan menekan margin emiten terkait dan direspons negatif oleh pasar," bebernya.
Selain isu royalti, sentimen geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang masih dalam tahap negosiasi komprehensif turut menjadi perhatian. Jika kesepakatan damai tidak tercapai dalam 30 hari ke depan, dikhawatirkan akan terjadi eskalasi militer.
Di dalam negeri, kekhawatiran mengenai penyebaran varian Hantavirus juga memicu investor untuk melakukan reposisi portofolio ke sektor kesehatan.
Baca Juga: Asing 'Borong' Rp11 Triliun di IHSG, Sinyal Rebound Saham Blue Chip?
Sementara itu, Audi merekomendasikan saham KLBF (spec buy) dengan target resistance 1.000 dan MAPI (trading buy) dengan resistance 1.590.
Berbeda dengan pandangan Kiwoom, Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, melihat adanya peluang penguatan terbatas bagi IHSG pada Senin mendatang.
Ia memperkirakan akan terjadi technical rebound setelah indeks mengalami tekanan pada akhir pekan sebelumnya.
"Kami perkirakan IHSG berpeluang menguat terbatas dengan level support pada 6.946 dan resistance di 7.049," ujar Herditya.
Sementara itu, Herditya Wicaksana menyarankan investor untuk memantau saham MAPA(target 695-725), AADI (target 10.225-10.825), dan BULL (target 520-555) sebagai pilihan untuk perdagangan Senin 11 Mei 2026.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float
-
PLTU Pelabuhan Ratu Terus Gunakan Co-firing Biomassa dari Sorgum
-
Influencer Tak Bisa Lagi Asal Kasih Saran Saham dan Kripto, Begini Ketentuannya
-
Dian Siswarini Dipuji DPR, Telkom Kantongi Pendapatan Rp146,7 Triliun