- OJK mencatat 17,17 juta pengguna aset digital di Indonesia melakukan 77,32 juta transaksi sepanjang tahun 2026.
- Pelaku industri menekankan pentingnya tata kelola, transparansi, serta perlindungan konsumen untuk membangun kepercayaan publik yang berkelanjutan.
- AFTECH dan Indodax berkomitmen memperkuat keamanan serta edukasi masyarakat demi ekosistem keuangan digital yang lebih matang.
Suara.com - Kepercayaan kini mulai menjadi 'mata uang' utama dalam industri kripto dan keuangan digital di Indonesia. Di tengah pertumbuhan transaksi dan jumlah pengguna yang terus meningkat, pelaku industri mulai menempatkan perlindungan konsumen dan tata kelola sebagai fondasi utama pertumbuhan bisnis.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah pengguna platform aset keuangan digital di Indonesia telah mencapai 17,17 juta pengguna dengan total 77,32 juta transaksi sepanjang tahun berjalan.
Di tengah perkembangan tersebut, Indodax menilai industri aset digital tidak lagi bisa hanya mengandalkan pertumbuhan transaksi semata, tetapi juga harus membangun rasa aman dan kepercayaan publik.
Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian mengatakan, industri aset digital kini dituntut tumbuh secara lebih transparan, bertanggung jawab, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
"Dalam industri aset digital, kepercayaan bukan hanya faktor pendukung, tetapi fondasi utama. Pertumbuhan industri kripto dan crypto exchange Indonesia saat ini harus diimbangi dengan perlindungan konsumen, transparansi, dan tata kelola yang kuat agar ekosistem dapat berkembang secara sehat, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Aloysia di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul pembahasan mengenai pentingnya perlindungan konsumen dalam Rapat Umum Anggota Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) 2026 di Jakarta.
Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir menyebut industri keuangan digital Indonesia kini memasuki fase yang lebih matang. Menurut dia, pelaku industri tidak lagi hanya fokus mengejar pangsa pasar, tetapi mulai menempatkan tata kelola dan kepatuhan sebagai dasar pertumbuhan jangka panjang.
Pandu juga menyoroti pentingnya membangun inovasi yang secure by design dan responsible by design agar perkembangan teknologi keuangan tetap memberikan dampak nyata bagi sektor riil dan masyarakat.
Senada dengan itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan inovasi sektor keuangan digital harus berjalan beriringan dengan perlindungan konsumen dan penguatan kepercayaan publik.
Baca Juga: Pasar Kripto Ambyar! Inflasi Meledak, Bitcoin dan Altcoin Kompak Terkapar
Ia menilai teknologi seperti artificial intelligence (AI), big data analytics, cloud computing hingga blockchain akan semakin berperan penting dalam memperluas inklusi dan efisiensi layanan keuangan digital di Indonesia.
Sebagai platform pertukaran kripto yang telah terdaftar dan diawasi OJK, INDODAX menilai penguatan regulasi dan edukasi menjadi elemen penting dalam membangun industri aset digital yang lebih matang.
Selain memperkuat sistem keamanan dan transparansi platform, perusahaan juga aktif menjalankan berbagai program literasi untuk membantu masyarakat memahami potensi sekaligus risiko investasi aset kripto.
"Pada akhirnya, industri aset digital termasuk kripto bukan hanya soal teknologi atau pertumbuhan transaksi, tetapi juga tentang bagaimana membangun rasa aman dan kepercayaan bagi masyarakat. Kami percaya, ekosistem yang sehat hanya bisa tercipta ketika inovasi berjalan seiring dengan perlindungan konsumen, edukasi, dan tata kelola yang baik," tambah Aloysia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Harga Emas Antam Terus Melemah dalam Sepekan, Buyback Anjlok Lebih Dalam
-
Harga Beras Naik saat Cadangan Pemerintah Cetak Rekor Terbesar, Kok Bisa?
-
Harga Cabai Turun Namun Bawang Putih Naik, Ini Penyebabnya
-
Harga Minyak Dunia Turun Drastis Meski AS-Iran Gagal Gencatan Senjata
-
5 Orang Meninggal, Pelatihan Militer KDMP Dikecam: Dampak Buruk ke Manajemen Koperasi
-
Apa Tugas Komisaris di Perusahaan? Aspri Raffi Ahmad hingga Aktivis Muda Bisa Duduk di Posisi Ini
-
Viral Mufli Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Perusahaan, Berapa Gajinya?
-
Krakatau Posco Perusahaan Apa? Asisten Raffi Ahmad Ditunjuk Jadi Komisaris
-
Jangan Tertipu! Kenali Modus Phishing dan CS Palsu Platform Kripto
-
Asisten Raffi Ahmad Duduk di Kursi Komisaris Krakatau Posco, Siapa Mufli Budi Ananda?