- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen pada triwulan pertama tahun 2026.
- Pertumbuhan ini didorong oleh percepatan pendanaan program strategis pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.
- Pemerintah menjaga stabilitas melalui penyaluran subsidi tepat sasaran serta injeksi likuiditas perbankan untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kalau pertumbuhan ekonomi 5,61 persen di triwulan pertama 2026 tak lepas dari program andalan Presiden RI Prabowo Subianto.
Menkeu Purbaya menyebut kalau saat ini Indonesia sudah keluar dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Ia menilai kalau pertumbuhan tersebut tak lepas dari mulai terlihatnya dampak berbagai program pemerintahan.
“Kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Kayaknya kita dikutuk 5 persen atau lebih rendah. Nah ini program-program Bapak Presiden Prabowo ketika mulai kelihatan impact-nya sudah mulai bisa mendorong ekonomi ke arah pertumbuhan yang lebih cepat,” katanya, dikutip dari siaran pers, Rabu (13/5/2026).
Menkeu menilai kunci utama pertumbuhan ekonomi terletak pada percepatan pelaksanaan program-program strategis. Menurutnya, dukungan pembiayaan disebut menjadi faktor penting agar program dapat berjalan optimal.
Beberapa program yang mendapat dukungan percepatan pendanaan antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih atau KDMP), hingga sektor pupuk dan energi.
“Jadi kalau mereka butuh uang, saya kasih cepat. MBG butuh uang, saya kasih cepat. Koperasi Merah Putih, itu dengan sana ya, dengan Danantara ya. Tapi saya jamin pembayaran cepat. Apalagi pupuk, perlu dana depan, saya bayar tepat waktu di depan, sehingga mereka bisa menghemat cost of fund-nya,” paparnya.
Demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, pemerintah juga berupaya menjaga daya beli masyarakat. Salah satu langkahnya melalui penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menghindari gejolak sosial dan memungkinkan pembangunan tetap berjalan.
Purbaya menyebut subsidi itu dipilah, yang mana sebagian dikurangi untuk orang kaya, namun tetap menjaga stabilitas masyarakat.
“Tapi pilihannya begini, kalau saya cabut subsidi-subsidinya, ribut di mana-mana, saya punya uang juga enggak bisa ngebangun. Jadi lebih baik saya pilih subsidi sebagian di sistem, sebagian dikurangi untuk orang-orang kaya. Tapi masyarakatnya tenang dan kita bisa membangun dengan tenang,” tandas Menkeu.
Baca Juga: Satgas PKH Setor Rp10,27 Triliun dan 2,37 Juta Hektare Lahan Hutan ke Negara
Lebih lanjut Pemerintah juga melakukan upaya percepatan penyaluran APBN agar dampaknya merata sepanjang tahun dan tidak menumpuk di akhir tahun.
Selain itu, injeksi likuiditas dengan memindahkan Rp200 triliun dari Bank Indonesia (BI) ke sistem perbankan untuk memastikan uang cukup di perekonomian juga disebut Menkeu Purbaya sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Tag
Berita Terkait
-
Satgas PKH Setor Rp10,27 Triliun dan 2,37 Juta Hektare Lahan Hutan ke Negara
-
Purbaya Temui Bahlil Siapkan Swasembada Energi dan Listrik Desa
-
Kontroversial, Kandungan TKDN Motor Listrik MBG Cuma Segini
-
Krisis LPG di NTT, Sejumlah SPPG Hentikan Operasi Sementara
-
Momen Prabowo Tatap dan Tunjuk Menkeu Purbaya di Depan Gunungan Uang Rp10 Triliun
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain
-
LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas
-
BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya
-
Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina
-
Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan
-
Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG
-
Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi
-
OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI
-
Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah
-
GIAA Lapor: Kinerja Menguat di 3 Bulan Pertama 2026, Rugi Bersih Dipangkas 45 Persen