Bisnis / Makro
Selasa, 19 Mei 2026 | 10:48 WIB
Ilustrasi Logistik
Baca 10 detik
  • Ketua Dewan Pembina ALFI, Yukki Nugrahawan, menyatakan tingginya biaya logistik nasional disebabkan oleh ketimpangan infrastruktur serta pembangunan ekonomi tidak merata.
  • Konsentrasi ekonomi di Pulau Jawa menyebabkan ketidakseimbangan arus barang dan tingginya biaya operasional akibat fenomena muatan kosong satu arah.
  • ALFI mendorong pemerintah mempercepat re-industrialisasi dan hilirisasi di daerah untuk menciptakan pusat pertumbuhan baru serta efisiensi distribusi barang.

Dengan adanya pabrik pengolahan di daerah penghasil, komoditas yang dikirim ke luar wilayah tidak lagi berupa bahan mentah melainkan produk olahan bernilai tambah. Langkah ini otomatis akan menaikkan tingkat keterisian (utilisasi) moda transportasi nasional secara seimbang.

“Tanpa re-industrialisasi dan hilirisasi, Indonesia akan terus menghadapi ketimpangan logistik tanpa aktivitas manufaktur yang bernilai tambah,” pungkas Yukki.

Load More