Suara.com - PT Kereta Api Indonesia mencatat volume angkutan retail mencapai 82.129 ton sepanjang Januari–April 2026. Angka tersebut naik 4,86 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar 78.323 ton.
Pada April 2026, volume angkutan retail KAI mencapai 21.844 ton. Jumlah itu meningkat 22,87 persen dibanding April 2025 sebesar 17.778 ton, menandakan meningkatnya kebutuhan distribusi barang melalui moda kereta api.
KAI menilai kereta api semakin dipilih sebagai moda distribusi barang karena memiliki kapasitas besar, waktu tempuh terukur, dan mampu menekan biaya logistik. Penguatan logistik berbasis rel dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok nasional.
Saat ini KAI terus meningkatkan kapasitas angkutan barang melalui pengembangan sarana dan pola distribusi berbasis rel. Kapasitas gerbong yang sebelumnya rata-rata 50 ton sedang ditingkatkan menjadi 70 ton per gerbong.
Selain itu, KAI mendorong integrasi layanan logistik dengan kawasan industri, pergudangan, dan pelabuhan. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat distribusi barang sekaligus mendukung efisiensi logistik nasional yang masih tergolong tinggi.
Berita Terkait
-
Kecelakaan Maut Kereta Tabrak Bus di Bangkok, Masinis Positif Narkoba
-
Brak Duar! Saksi Mata Ungkap Detik Horor Kecelakaan Maut Kereta vs Bus di Bangkok
-
Malaikat di Jalur 'Maut': Cerita Penjaga Perlintasan Liar demi Pengendara
-
Mirip Indonesia! Perlintasan Kereta Bangkok Jadi Mesin Pembunuh di Tengah Kota
-
Detik-detik Horor Kereta Barang Tabrak Bus di Thailand Korban Bergelimpangan
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kasus Korupsi K3, Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun dan Denda Rp250 Juta
-
Menelusuri Jejak Perjuangan Buruh di Museum Marsinah
-
Renovasi Stadion Pakansari Dikebut Jelang Piala AFF 2026
-
Tanggul Sungai Silandak Rembes, Jalan di Semarang Ambles Dua Meter
-
Pemerintah Tambah Alutsista Canggih, Rafale hingga Radar GM403 Masuk Arsenal TNI
-
InDrive Nilai Transparansi dan Keadilan Jadi Tantangan Industri Ride-Hailing
-
Aksi Seni untuk Palestina Warnai Peringatan 78 Tahun Nakba di Bandung
-
Kebakaran Gedung Jantung RSUD Dr Soetomo, Puluhan Pasien Dievakuasi
-
Viral Main Gim dan Merokok Saat Rapat, Achmad Syahri Kena Teguran Keras
-
Waduk Melati Akan Ditata Jadi Ikon Baru Destinasi Publik Jakarta