- Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia melemah 0,74 persen ke level 6.149 pada pagi hari.
- Sebanyak 2,08 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,55 triliun pada Rabu, 3 Juni 2026.
- Phintraco Sekuritas dan sejumlah analis memproyeksikan IHSG berpotensi kembali menguat terbatas melalui pengujian level resistance tertentu.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah bertengger di zona hijau pada awal perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. IHSG dibuka naik 0,19 persen ke level 6.207.
Namun, penguatan itu hanya berapa menit saja, IHSG justru berbalik memerah.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG turun 0,74 persen ke level 6.149.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 2,08 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,55 triliun, serta frekuensi sebanyak 188.300 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 290 saham bergerak naik, sedangkan 274 saham mengalami penurunan, dan 395 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, MEDS, HERO, PNSE, LABS, dan VISI..
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, APIC, KJEN, PPGL, TRUE, dan SIPD.
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan bisa kembali menguat, pada perdagangan hari ini. Riset Phintraco Sekuritas mengemukakan, secara teknikal IHSG masih menunjukkan sinyal positif.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini
Indeks mampu bertahan di atas level rata-rata pergerakan jangka pendek (MA5), sementara penyempitan histogram negatif MACD masih berlanjut.
"Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.220-6.280," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Rabu (3/6/2026).
Sementara, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak beragam dengan kecenderungan menguat terbatas, dengan area support di 6.060 dan resistance 6.290.
Pelaku pasar juga menantikan potensi masuknya kembali dana asing setelah berakhirnya tekanan rebalancing MSCI, serta stabilisasi nilai tukar rupiah yang berpotensi menjadi katalis positif dalam jangka pendek.
Sementara, Secara teknikal, Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi menguat terbatas dengan rentang support dan resistance di level 5.880 hingga 6.220.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
-
IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
Terkini
-
Bank Indonesia Optimistis Inflasi Terkendali, Apa Buktinya?
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
-
Fitch Ratings Proyeksi Profitabilitas ARTO dengan Dukungan Ekosistem GOTO
-
Tinggalkan Perang Bunga, BTN Kini Kejar CASA Lewat Ecosystem Banking
-
Harga Emas di Pegadaian Turun Semua Hari Ini, Cek Daftarnya di Sini!
-
Fitch Afirmasi Peringkat Bank Jago (ARTO) di Level A dengan Outlook Stabil
-
IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini
-
Ratusan Bank dan Bank Syariah Resmi Merger Massal, Ini Dampaknya!
-
Dari Sedekah Muncul Ide Usaha, Sandal Produksi Rumahan Ini Kini Tembus Pasar Nasional
-
Rapor Perbankan April 2026: Bank Mandiri Solid, Bagaimana dengan BCA?