- Kejagung geledah BGN di tengah polemik tata kelola program MBG.
- Purbaya sebelumnya sudah ingatkan ada kelemahan dalam MBG.
- Dugaan jual beli titik dapur MBG picu audit dan evaluasi besar.
Suara.com - Pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang sejak awal mengingatkan perlunya efisiensi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini ada benarnya juga. Apalagi, peringatan soal adanya "kelemahan sana sini" dalam program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu muncul sebelum Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dicopot dari jabatannya.
Sorotan terhadap tata kelola MBG semakin menguat setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) mengonfirmasi penggeledahan di kantor BGN pada Rabu (3/6/2026).
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Mochamad Jeffry membenarkan langkah penyidik tersebut. Namun, Kejagung belum mengungkap perkara yang sedang ditangani maupun barang bukti yang menjadi target penggeledahan.
Penggeledahan ini terjadi di tengah proses evaluasi besar-besaran terhadap BGN. Sebelumnya, Presiden Prabowo mencopot Dadan Hindayana bersama dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, setelah muncul berbagai persoalan dalam pelaksanaan program MBG.
Pemerintah sendiri mengakui sedang melakukan audit internal terhadap lembaga tersebut. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan audit dilakukan menyusul dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang sempat mencuat.
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman bahkan mengaku menerima laporan mengenai dugaan transaksi jual beli titik dapur MBG yang kini menjadi perhatian pemerintah.
Di tengah berbagai persoalan tersebut, pernyataan Purbaya pada April lalu kembali relevan. Saat itu, ia secara terbuka meminta agar program MBG dijalankan lebih efisien mengingat besarnya kebutuhan anggaran yang mencapai Rp335 triliun.
"Kita mendukung MBG. Cuma kita minta supaya lebih efisien," kata Purbaya dalam media briefing pada 24 April 2026.
Menurut Purbaya, pemerintah sudah mulai melakukan penghematan dengan memangkas pelaksanaan MBG menjadi lima hari dari sebelumnya tujuh hari. Selain itu, BGN juga disebut berkomitmen melakukan sejumlah langkah efisiensi lain agar beban anggaran negara dapat ditekan.
Baca Juga: Dicopot dari Kepala BGN, Berapa Harta Kekayaan Dadan Hindayana?
Meski mendukung penuh program tersebut, Purbaya saat itu tidak menampik adanya sejumlah celah dalam pelaksanaannya.
"Kita lihat memang ada kelemahan sana sini, tapi untuk program baru normal lah, bisa diperbaiki ke depan," ujarnya.
Pernyataan tersebut kini dianggap sebagai sinyal awal bahwa pemerintah telah mencium berbagai persoalan tata kelola dalam program MBG, jauh sebelum pergantian pimpinan BGN dan langkah hukum yang dilakukan aparat penegak hukum.
Polemik MBG menjadi perhatian serius karena program ini merupakan salah satu proyek sosial terbesar yang menyedot dana APBN. Setiap indikasi inefisiensi maupun penyimpangan berpotensi menimbulkan tekanan terhadap ruang fiskal pemerintah yang saat ini juga dibebani berbagai program prioritas lainnya.
Karena itu, Purbaya menegaskan Kementerian Keuangan akan memperketat proses screening dan pengawasan pembiayaan agar anggaran negara tidak mengalir ke program-program yang dinilai tidak tepat sasaran.
"Yang untuk jadi kami juga akan perbaiki proses screening pembiayaannya sehingga enggak ada lagi program-program yang aneh yang dibiayain," paparnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
-
IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
Terkini
-
Kejagung Geledah Kantor Pusat BGN Usai Dadan Dicopot Prabowo, IHSG Langsung Anjlok Parah
-
Rupiah Tembus ke Rp17.910 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Asia Terlemah Pagi Ini
-
Kadin Wanti-wanti Manajemen DSI, Fase Awal Operasi Sangat Krusial
-
IHSG Bergerak Dua Arah Pagi Ini, Masih di Level 6.100-an
-
Bank Indonesia Optimistis Inflasi Terkendali, Apa Buktinya?
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
-
Fitch Ratings Proyeksi Profitabilitas ARTO dengan Dukungan Ekosistem GOTO
-
Tinggalkan Perang Bunga, BTN Kini Kejar CASA Lewat Ecosystem Banking
-
Harga Emas di Pegadaian Turun Semua Hari Ini, Cek Daftarnya di Sini!
-
Fitch Afirmasi Peringkat Bank Jago (ARTO) di Level A dengan Outlook Stabil