- IHSG melemah 147 poin atau 2,53 persen ke level 5.692 pada sesi pertama perdagangan Jumat, 5 Juni 2026.
- Pelemahan dipicu ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah akibat negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang rapuh.
- Sentimen negatif lain berasal dari kekhawatiran arus keluar modal asing serta rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat periode Mei.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk lagi pada perdagangan sesi I, Jumat, 5 Juni 2026. IHSG pada sesi pertama perdagangan turun 147 poin atau 2,53 persen ke level 5.692.
Berdasarkan riset Pilarmas Investindo Sekuritas, menjelaskan pelemahan IHSG sejalan dengan tekanan yang juga terjadi di bursa saham Asia.
Pelaku pasar masih dibayangi ketidakpastian terkait proses gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dinilai masih rapuh.
"Laporan tentang negosiasi yang terhenti kontras dengan pernyataan Presiden Donald Trump bahwa pembicaraan terus berlanjut dan hampir selesai, membuat pasar waspada terhadap risiko geopolitik baru di Timur Tengah," tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan negosiasi perdamaian dengan Iran mendekati tahap akhir dan mengisyaratkan tidak ingin kembali ke konflik berskala penuh. Namun di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut belum ada kemajuan berarti dalam pembicaraan tersebut.
Ketidakpastian semakin bertambah setelah kelompok Hizbullah yang didukung Iran menolak proposal gencatan senjata yang dimediasi AS antara Israel dan Lebanon.
Selain perkembangan geopolitik, perhatian investor juga tertuju pada laporan ketenagakerjaan AS periode Mei yang dinilai dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi pasar tenaga kerja serta arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed.
Pilarmas menilai data tenaga kerja AS yang masih menunjukkan ketahanan ekonomi berpotensi memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Kondisi tersebut dipicu kekhawatiran terhadap tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi yang dipengaruhi konflik di Timur Tengah.
Dari dalam negeri, tekanan terhadap IHSG masih dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah serta kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi berlanjutnya arus keluar modal asing atau capital outflow.
Baca Juga: Beli Saham Global Kini Bisa Lewat Token Kripto
Sentimen lain yang turut membebani pasar adalah kegelisahan investor terkait kemungkinan peninjauan atau reklasifikasi status pasar modal Indonesia oleh MSCI. Meski demikian, sebelumnya Bursa Efek Indonesia menyatakan optimistis Indonesia tetap mempertahankan status sebagai emerging market dalam penilaian MSCI tahun ini.
Untuk rekomendasi perdagangan, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan beli saham PT Timah Tbk (TINS) dengan area support dan resistance pada level 3.100 hingga 3.390.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan sesi I ini, sebanyak 23,37 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 21,07 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,29 juta kali.
Dalam perdagangan sesi I, sebanyak 115 saham bergerak naik, sedangkan 624 saham mengalami penurunan, dan 220 saham tidak mengalami pergerakan.
Pada sesi pertama perdagangan hari ini, saham-saham yang mencatatkan kenaikan terbesar antara lain MPRO, ABDA, RGAS, TPIA, dan MUTU.
Sementara saham yang mengalami pelemahan terdalam adalah APIC, WEHA, ALKA, ASPR, dan CBUT.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan