Bisnis / Keuangan
Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:14 WIB
Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026). [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia melonjak 0,30 persen ke level 5.857 pada 5 Juni 2026.
  • Perdagangan mencatatkan volume 1,97 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,98 triliun pada awal sesi pembukaan.
  • BNI Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi mengalami pembalikan arah dengan batas support 5.600 dan resistansi hingga 5.930 pada perdagangan tersebut.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak pada awal perdagangan jelang akhir pekan ini, 5 Juni 2026. IHSG dibuka menguat ke level 5.846.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.06 WIB, IHSG masih melonjak 0,30 persen ke level 5.857

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,97 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,98 triliun, serta frekuensi sebanyak 167.800 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 265 saham bergerak naik, sedangkan 250 saham mengalami penurunan, dan 444 saham tidak mengalami pergerakan.

Ilustrasi IHSG [Suara.com]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ENZO, TPIA, LAPD, GMTD, dan MGNA.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, WEHA, BEER, BOGA, RONY, APIC, dan CBUT.

Proyeksi IHSG

Meskipun tertekan aksi jual masif pada hari sebelumnya, BNI Sekuritas memperkirakan, pergerakan IHSG diperkirakan memiliki peluang untuk mengalami pembalikan arah atau technical rebound dalam jangka pendek pada perdagangan akhir pekan ini.

  • Batas Support Indeks: 5.600 – 5.700
  • Batas Resistansi Indeks: 5.900 – 5.930

Berdasarkan laporan ritel dari BNI Sekuritas, terdapat beberapa saham yang dapat dicermati oleh para pelaku pasar untuk aktivitas trading harian:

Baca Juga: IHSG Terperosok Rp1,4 Triliun, Ada Potensi Technical Rebound Tipis Hari Ini

  1. BUMI (Speculative Buy): Area beli ideal berada di level 150, dengan batasan rugi (cutloss) jika bergerak di bawah 145. Target keuntungan jangka pendek dipatok pada kisaran 154–160.
  2. BIPI (Buy on Weakness): Area masuk di kisaran 133–144, dengan draf level cutloss di bawah 130. Target draf terdekat ditetapkan pada level 149–153.
  3. CUAN (Speculative Buy): Area koleksi berada di rentang 700–725, dengan pembatasan risiko di bawah 670. Target realisasi profit terdekat di angka 755–780.
  4. UNTR (Speculative Buy): Area beli di level 21.650–22.000, batasan cutloss jika menyentuh di bawah 21.600. Target draf apresiasi harga terdekat di 22.375–22.700.
  5. PTRO (Buy if Break): Disarankan masuk jika draf harga mampu menembus level resistansi 4.050, dengan target jangka pendek di 4.100–4.170. Antisipasi rugi draf draf ditempatkan di bawah 3.930.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More