- Isu pergantian Menteri Keuangan per 6 Juni 2026 berpotensi menambah gejolak pasar keuangan serta memperlemah nilai tukar rupiah.
- Pelemahan rupiah saat ini lebih didominasi sentimen domestik terkait keraguan investor terhadap kredibilitas pengelolaan stabilitas fiskal nasional.
- Ketidakpastian kebijakan dapat memicu arus keluar modal asing, sehingga pemerintah perlu memberikan sinyal ekonomi yang transparan dan konsisten.
Lebih lanjut, ia menilai komunikasi kebijakan yang transparan menjadi kunci untuk meredam kekhawatiran pasar.
Selain itu, koordinasi yang erat antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia juga diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.
"Tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah membangun kembali kepercayaan pelaku pasar terhadap tata kelola ekonomi domestik," tegas Rizal.
Ia menambahkan, kepastian mengenai arah reformasi struktural, disiplin fiskal yang berkelanjutan, serta sinergi kebijakan ekonomi akan menjadi faktor yang jauh lebih penting dalam menjaga stabilitas rupiah dibandingkan sekadar pergantian pejabat.
"Komunikasi yang transparan mengenai arah kebijakan, keberlanjutan disiplin fiskal, koordinasi yang solid antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, serta kepastian reformasi struktural akan menjadi faktor yang jauh lebih menentukan stabilitas rupiah dibandingkan sekadar pergantian individu yang menduduki jabatan Menteri Keuangan," tutupnya.
Berita Terkait
-
Rupiah Tertahan di Rp18.018, Ketegangan Global dan UU P2SK Masih Menekan
-
Dolar AS Tembus Rp18.000, Kemenkeu, BI, dan OJK Kompak Jaga Stabilitas Pasar
-
Bertemu S&P, Purbaya Jelaskan Fondasi Ekonomi Indonesia Masih Kokoh
-
UU P2SK Resmi Disahkan DPR dan Pemerintah, Ini Rincian 17 Poin Pentingnya
-
Purbaya Bela Danantara usai Diberi Outlook Negatif dari Lembaga Internasional Moody's
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan