- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan penerimaan pajak negara mencapai Rp834,4 triliun pada Mei 2026, meningkat 22,1 persen tahunan.
- Sektor perdagangan menjadi kontributor pajak tertinggi sebesar 25,5 persen dengan pertumbuhan signifikan mencapai 52,4 persen secara tahunan.
- Peningkatan penerimaan dipicu oleh aktivitas perdagangan besar BBM, tren belanja daring, serta tingginya profitabilitas industri pengolahan minyak sawit.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan tingginya realisasi penerimaan pajak dari sektor industri yang membuat penerimaan negara mencapai Rp 834,4 triliun per Mei 2026, atau naik 22,1 persen dari tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Realisasi penerimaan pajak dari sektor industri ini meliputi perdagangan, industri pengolahan, pertambangan, pengangkutan dan pergudangan, konstruksi dan real estat, jasa perusahaan, serta lainnya. Dalam paparannya, semua sektor ini mengalami kenaikan.
Menkeu Purbaya mengungkapkan, sektor industri perdagangan menjadi yang tertinggi dengan kontribusi 25,5 persen serta pertumbuhan 52,4 persen yoy. Kedua adalah industri pengolahan dengan kontribusi 23,6 persen dan pertumbuhan 19,7 persen yoy.
Ketiga yakni industri perdagangan dengan kontribusi pajak 9,1 persen serta pertumbuhan 28,2 persen yoy. Keempat industri pengangkutan dan pergudangan dengan kontribusi 4,6 persen dan pertumbuhan 16,8 persen yoy.
Selanjutnya konstruksi dan real estat dengan kontribusi 3,6 persen serta pertumbuhan 7,4 persen yoy, jasa perusahaan dengan kontribusi 3,4 persen dan tumbuh 16,3 persen yoy, serta Lainnya 30,1 persen dan pertumbuhan 19,6 persen yoy.
"Kalau perdagangan tumbuh 52,4 persen artinya ada yang beli, kira-kira gitu. Pengolahan juga tumbuhnya 9,7 persen, pabrik-pabrik di sini jalan, berproduksi," katanya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026, dikutip Senin (8/6/2026).
Dalam slide yang ditampilkan, realisasi pajak dari sektor perdagangan tumbuh double digit karena dipengaruhi subsektor perdagangan besar Bahan Bakar Minyak (BBM) dan perdagangan online, sejalan dengan peningkatan tren belanja online.
Sektor industri pengolahan tumbuh baik terutama ditopang subsektor industri minyak kelapa sawit yang profitabilitasnya meningkat. Lalu sektor pertambangan tumbuh ditopang oleh pertumbuhan sektor pertambangan migas. Terakhir sektor lainnya juga tumbuh baik sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi.
Baca Juga: Mensesneg Tegaskan Tidak Ada Reshuffle Kabinet, Bantah Isu Chatib Basri Jadi Menkeu
Berita Terkait
-
Mensesneg Tegaskan Tidak Ada Reshuffle Kabinet, Bantah Isu Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Purbaya Siapkan Denda Besar Bagi Importir yang Tahan Kontainer di Pelabuhan
-
Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo
-
Gaji Tunjangan Menkeu dan Gubernur BI, Perbandingan Mana yang Lebih Besar?
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, 3 Penumpang Ambulans Tewas Seketika
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
Terkini
-
Tak Jadi di Minerba, Bahlil Bilang Skema Bagi Hasil Hanya Sektor Migas
-
Meski Bisa Tentukan Harga Ekspor, DSI Diklaim Tak Akan Ambil Untung Berlebihan
-
Rupiah Jebol Rp18.110 dan IHSG Ambles 3%, Pasar Tak Percaya Jurus Baru Perry dan Purbaya?
-
IHSG Anjlok Parah Saat Rupiah Melemah Rp18.126, Analis Sebut Bisa Lebih Parah
-
Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah
-
Harga Cabai Meledak hingga 20%, Telur Ikut Naik, Dompet Emak-Emak Terancam!
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
-
IHSG Terus Lanjutkan Pelemahan Pagi Ini ke Level 5.486