Bisnis / Makro
Senin, 08 Juni 2026 | 12:08 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (5/6/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan penerimaan pajak negara mencapai Rp834,4 triliun pada Mei 2026, meningkat 22,1 persen tahunan.
  • Sektor perdagangan menjadi kontributor pajak tertinggi sebesar 25,5 persen dengan pertumbuhan signifikan mencapai 52,4 persen secara tahunan.
  • Peningkatan penerimaan dipicu oleh aktivitas perdagangan besar BBM, tren belanja daring, serta tingginya profitabilitas industri pengolahan minyak sawit.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memamerkan tingginya realisasi penerimaan pajak dari sektor industri yang membuat penerimaan negara mencapai Rp 834,4 triliun per Mei 2026, atau naik 22,1 persen dari tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Realisasi penerimaan pajak dari sektor industri ini meliputi perdagangan, industri pengolahan, pertambangan, pengangkutan dan pergudangan, konstruksi dan real estat, jasa perusahaan, serta lainnya. Dalam paparannya, semua sektor ini mengalami kenaikan.

Menkeu Purbaya mengungkapkan, sektor industri perdagangan menjadi yang tertinggi dengan kontribusi 25,5 persen serta pertumbuhan 52,4 persen yoy. Kedua adalah industri pengolahan dengan kontribusi 23,6 persen dan pertumbuhan 19,7 persen yoy.

Ketiga yakni industri perdagangan dengan kontribusi pajak 9,1 persen serta pertumbuhan 28,2 persen yoy. Keempat industri pengangkutan dan pergudangan dengan kontribusi 4,6 persen dan pertumbuhan 16,8 persen yoy.

Selanjutnya konstruksi dan real estat dengan kontribusi 3,6 persen serta pertumbuhan 7,4 persen yoy, jasa perusahaan dengan kontribusi 3,4 persen dan tumbuh 16,3 persen yoy, serta Lainnya 30,1 persen dan pertumbuhan 19,6 persen yoy.

"Kalau perdagangan tumbuh 52,4 persen artinya ada yang beli, kira-kira gitu. Pengolahan juga tumbuhnya 9,7 persen, pabrik-pabrik di sini jalan, berproduksi," katanya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juni 2026, dikutip Senin (8/6/2026).

Dalam slide yang ditampilkan, realisasi pajak dari sektor perdagangan tumbuh double digit karena dipengaruhi subsektor perdagangan besar Bahan Bakar Minyak (BBM) dan perdagangan online, sejalan dengan peningkatan tren belanja online.

Sektor industri pengolahan tumbuh baik terutama ditopang subsektor industri minyak kelapa sawit yang profitabilitasnya meningkat. Lalu sektor pertambangan tumbuh ditopang oleh pertumbuhan sektor pertambangan migas. Terakhir sektor lainnya juga tumbuh baik sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi.

Baca Juga: Mensesneg Tegaskan Tidak Ada Reshuffle Kabinet, Bantah Isu Chatib Basri Jadi Menkeu

Load More