- Investor asing melakukan aksi jual masif pada saham perbankan besar di Indonesia selama sepekan terakhir.
- Penurunan harga dipicu oleh rebalancing MSCI, defisit anggaran, pelemahan nilai tukar rupiah, serta risiko kualitas aset.
- Para analis menyarankan investor tetap waspada namun melihat potensi pembelian jangka panjang pada saham perbankan tertentu.
Suara.com - Saham perbankan saat ini menjadi bulan-bulanan investor asing untuk melakukan aksi jualnya di pasar saham Indonesia.
Bahkan, beberapa saham perbankan besar mulai dari PT Bank Centra Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Pesero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi incaran asing untuk dijual sahamnya.
Memang hari ini saham-saham tersebut memang tengah kembali melonjak. Namun, jika ditarik selama seminggu saham-saham big bank telah anjlok cukup dalam.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, BBCA telah anjlok 12,45 persen selama sepekan, BBRI merosot 9,87 persen, BBNI anjlok 12,77 persen, dan BMRI turun 5,76 persen.
Banyaknya investor asing melepas saham big bank bukan tanpa sebab. Analis BRI Danareksa Sekuitas Abida Massi saat dihubungi Suara.com, mengungkapkan beberapa alasan penyebabnya yaitu:
- Rebalancing MSCI yang memaksa investor asing pasif untuk kembali merombak fortofolionya dan keluar dari saham perbankan.
- Tekanan fiskal dari defisit anggaran yang melebar dan outlook rating Moody's dan Fitch yang negatif, sehingga mengerem selera investor asing terhadap aset Indonesia.
- Pelemahan rupiah ke Rp18.000 yang memperburuk imbal hasil dalam denominasi dolar bagi investor asing.
- Kekhawatiran terhadap kualitas aset seiring melemahnya daya beli yang berpotensi menaikkan NPL terutama di segmen UMKM dan konsumer.
"Kombinasi ini menciptakan perfect storm bagi big banks yang selama ini menjadi proxy utama investasi asing di Indonesia, sehingga koreksinya jauh lebih dalam dibanding IHSG," jelas Abida.
Strategi Investasi
Di tengah kondisi yang sedang tidak baik-baik saja seperti ini, membuat investor harus memiliki strategi agar tidak merugi di kemudian hari.
Seperti saham BBCA yang sebenarnya saat ini tengah murah dibandingkan target harga beberapa sekuritas
Baca Juga: DPR-Danantara Mau 'Serok' Saham BUMN, Emiten Bank Himbara Siap-siap Rebound?
Misalnya, BRI Danareksa Sekuritas masih merekomendasikan beli atau buy saham BBCA, di mana target harga terbaru mencapai Rp 10.900.
Begitu juga, MNC Sekuritas juga menyarankan buy saham BBCA, dengan target saham Rp 8.700.
Abida juga menyarankan pembelian BBCA di saat harga masih Rp 4.850.
Sementara, Investment Specialist KISI Sekuritas, Azharys Hardian, mengatakan para investor diminta untuk menunggu dan melihat, karena memang masih dalam fase penurunan atau downtren.
"Tetapi bisa dicermati untuk investasi jangka panjang mengingat dividend yield yang ditawarkan himbara dan potential gain dari BBCA," katanya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi