- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menginisiasi rencana aksi beli kembali saham perbankan pemerintah di Bursa Efek Indonesia.
- Koordinasi melibatkan Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen, serta Himbara guna merespons fluktuasi pasar dan memperkuat sektor perbankan domestik.
- Direktur Utama BNI menyatakan fundamental perbankan pelat merah tetap kuat dengan pertumbuhan kredit serta likuiditas yang sangat terjaga.
Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan langkah strategis teranyar guna merespons dinamika pasar modal dan memperkuat sektor perbankan domestik saat ini.
Parlemen menyatakan telah melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah institusi pengelola dana raksasa serta lembaga investasi negara, meliputi Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen (Persero), hingga jajaran manajemen bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Agenda utama dari koordinasi lintas sektoral ini adalah menyusun rencana aksi pembelian kembali atau buyback saham-saham bank milik pemerintah yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Langkah intervensi pasar ini diambil sebagai salah satu hasil evaluasi menyeluruh terhadap fluktuasi pasar finansial dan performa saham perbankan nasional belakangan ini.
Keterlibatan Danantara sebagai institusi pengelola investasi strategis, berkolaborasi dengan pengelola dana jangka panjang seperti PT Taspen dan BPJS Ketenagakerjaan, menandakan adanya potensi mobilisasi modal domestik yang kuat untuk menjaga stabilitas volatilitas harga saham di bursa.
Kendati ada tekanan teknis di lantai bursa, Dasco menegaskan bahwa perkembangan riil industri perbankan nasional saat ini sebenarnya berada dalam tren yang sangat positif dan mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan.
"Mungkin saham-saham yang pada saat ini bagus dan kemudian bisa dibeli kembali," kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Rencana aksi korporasi berupa buyback saham ini dinilai sangat beralasan jika menilik kekuatan internal dari bank-bank pelat merah itu sendiri. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), Putrama Wahju Setyawan, memberikan pemaparan komprehensif mengenai kondisi rapor keuangan Himbara.
Putrama menegaskan bahwa secara fundamental, kinerja operasional dan keuangan seluruh bank anggota Himbara saat ini justru sedang berada dalam fase performa terbaiknya.
Baca Juga: Saham BBCA Ambruk, Kini Lebih Murah dari Segelas Teh Poci!
Untuk memberikan gambaran riil bagi para pelaku pasar modal dan kalangan investor muda usia 18-45 tahun di kota-kota besar Indonesia, Putrama membeberkan sejumlah indikator makro perbankan Himbara yang tumbuh ekspansif:
- Pertumbuhan Kredit Komersial: Rata-rata penyaluran kredit di seluruh jaringan bank Himbara mampu mencatatkan pertumbuhan agresif di kisaran angka 20 persen secara tahunan.
- Dana Pihak Ketiga (DPK): Kemampuan penghimpunan dana masyarakat juga memperlihatkan kepercayaan publik yang tinggi, dengan pertumbuhan berada di rentang 20 persen hingga 30 persen.
- Rasio Likuiditas yang Sehat: Tingkat likuiditas internal bank pelat merah dipastikan terjaga pada level yang sangat aman, di mana rasio pinjaman terhadap simpanan atau Loan to Deposit Ratio (LDR) kokoh bertengger di kisaran 88 persen sampai dengan 90 persen.
Melalui rincian indikator keuangan yang solid tersebut, manajemen memastikan bahwa performa emiten perbankan pelat merah di pasar modal memiliki basis penopang riil yang sangat kuat.
Sehingga, Putrama menyampaikan saat ini kinerja Himbara secara fundamental sangat bagus sehingga tidak perlu ada kekhawatiran dan keraguan terhadap kondisi fundamental di bursa.
Sejalan dengan pandangan dari pihak parlemen dan perbankan, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang turut hadir dalam forum koordinasi tersebut ikut memberikan pandangan optimistis.
Prasetyo menyatakan bahwa struktur fundamental ekonomi nasional memiliki tingkat resiliensi atau daya tahan yang luar biasa kuat dalam menghadapi ketidakpastian global, terutama jika ditinjau dari aspek kesehatan industri perbankan domestik.
Disclaimer: Aktivitas investasi di pasar modal, termasuk keputusan transaksi beli atau jual saham perbankan (Himbara), memiliki risiko finansial yang melekat akibat fluktuasi harga pasar. Ulasan ini disusun murni sebagai produk jurnalisme ekonomi informasi publik dan bukan merupakan bentuk rekomendasi, anjuran, ataupun ajakan legal untuk melakukan transaksi saham tertentu. Pembaca diwajibkan untuk selalu melakukan analisis mandiri secara bijak (Do Your Own Research) sebelum mengambil keputusan finansial.
Berita Terkait
-
Telkom Gelar RUPST Tahun Buku 2025 dan Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun
-
DPR Kumpulkan Bos Himbara, Bahas Rencana Buyback Saham BUMN saat Harga Murah
-
Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?
-
Qadari Bocorkan Jurus Main Saham Saat IHSG Bergejolak: Cuan 40 Persen Langsung Out
-
Sempat Dibuka Hijau, IHSG Akhirnya Berlanjut Melemah
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi