Suara.com - Sebagai pionir sekaligus kiblat perhotelan syariah di Indonesia, Sofyan Hotel kembali menegaskan pentingnya konsistensi dan integritas nilai dalam industri hospitality berbasis halal. Pernyataan komitmen ini disampaikan dalam rangkaian agenda peluncuran buku "Authentic Halal Brand (AHB) Book Launch: From Values to Halal Ecosystem Impact" yaitu sebuah karya kolaboratif hasil kerja sama antara IHATEC Publisher dan Inspark Indonesia, yang diselenggarakan oleh Halal Review di Jakarta.
Menjadi salah satu dari enam brand inspiratif yang diulas dalam buku tersebut, Sofyan Hotel membagikan perjalanan panjangnya yang sarat prinsip sejak tahun 1992. Di masa awal pergerakannya, kesadaran dan ekosistem industri halal nasional belum semarak serta berkembang seperti hari ini. Namun, langkah berani yang diambil sejak dekade lalu kini telah bertransformasi menjadi standar keunggulan mutlak bagi eksistensi perusahaan.
Chairman Sofyan Corp, Riyanto Sofyan, yang hadir langsung sebagai narasumber panelis memaparkan bahwa sektor bisnis jasa memiliki karakteristik yang unik dan abstrak. Oleh karena itu, penerapan nilai-nilai halal di dalam ekosistem hospitality menuntut sebuah totalitas yang utuh tanpa celah kompromi sedikit pun.
"Dalam bisnis jasa yang sifatnya abstrak, tidak ada ruang untuk wilayah abu-abu. Tidak ada istilah 90% halal, standarnya harus mutlak 100% halal. Konsistensi kami sejak tahun 1992 dipandu oleh tiga pilar keunggulan internal yang menjadi kunci sukses utama, yaitu Understanding (Al-Fahmu), Integrity (Al-Ihsan), dan Will to Excel (Al-Mujahadah). Tiga nilai inti inilah yang utama dan menjadi kunci sukses," tegas Riyanto Sofyan.
Ketika Sofyan Hotel pertama kali dinilai oleh DSN-MUI sebagai Hotel Syariah pada tahun 2003, kehalalan restoran merupakan satu rangkaian yang tidak terpisahkan dari sertifikasi hotel tersebut. Namun, kemudian perusahaan diminta untuk melakukan sertifikasi halal restoran hotel secara terpisah. Meskipun proses administrasi menjadi lebih berlapis, kebijakan ini dinilai membuat standar halal jauh lebih sistematis, mendalam, dan akurat berkat kriteria detail dari MUI (LPPOM). Langkah ini sekaligus memastikan bahwa seluruh aspek kehalalan produk dapat ditelusuri dan terjamin sepenuhnya.
Melalui keikutsertaannya dalam buku Authentic Halal Brand, Sofyan Hotel berharap rekam jejak historis dan nilai filosofis ini dapat menjadi referensi kredibel yang mendorong lahirnya ekosistem pelayanan publik yang jujur, transparan, serta berkelanjutan. Dengan memadukan aspek profesionalisme modern dan nilai spiritual yang universal, Sofyan Hotel optimis industri hospitality halal Indonesia akan terus memimpin di kancah global.***
Tag
Berita Terkait
-
Siaga di Bundaran HI! Mobil Tahanan Polda Metro Siap Angkut Perusuh di Demo Mahasiswa
-
Polda Metro Larang Bundaran HI Jadi Lokasi Demo Mahasiswa, Minta Dialihkan ke Patung Kuda dan DPR
-
Lampung Kian Ramai, Hotel Transit Modern Jadi Kebutuhan Wisatawan dan Pebisnis
-
Apocalypse Hotel Raih Best Media dan Best Comic di Seiun Awards ke-57
-
Delonix Hotel Karawang, Oase Bernuansa Jepang di Tengah Hiruk-Pikuk Kawasan Industri
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?