- Piala Dunia 2026 berpotensi jadi katalis saham media, digital, dan telekomunikasi.
- IRSX, EMTK, VIVA, TLKM, ISAT, dan WIFI masuk radar saham terkait momentum bola.
- Lonjakan iklan dan trafik internet bisa menjadi mesin pertumbuhan pendapatan.
Suara.com - Gelaran Piala Dunia 2026 bukan hanya menjadi pesta sepak bola terbesar di dunia, tetapi juga berpotensi menjadi momentum cuan bagi sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pengalaman dari turnamen-turnamen besar sebelumnya menunjukkan bahwa saham sektor media, telekomunikasi, digital, hingga konsumsi kerap mendapat sentimen positif dari lonjakan penonton, trafik internet, dan belanja iklan.
Apalagi, TVRI resmi menjadi pemegang hak siar Piala Dunia 2026 di Indonesia dan menggandeng Telkomsel untuk distribusi digital melalui platform MAXstream. Kolaborasi tersebut diperkirakan meningkatkan konsumsi data serta aktivitas digital selama turnamen berlangsung.
Berikut daftar saham yang layak masuk radar investor selama Piala Dunia 2026:
1. EMTK
Sektor: Media dan Teknologi Digital
EMTK dikenal sebagai induk usaha berbagai platform media dan digital di Indonesia. Emiten ini memiliki ekosistem yang kuat mulai dari televisi, layanan streaming, hingga platform digital.
Mengapa menarik?
- Potensi kenaikan belanja iklan selama Piala Dunia.
- Trafik digital berpotensi meningkat signifikan.
- Memiliki pengalaman monetisasi konten olahraga berskala besar.
Risiko: Persaingan ketat platform digital dan fluktuasi belanja iklan.
Baca Juga: Meski Baru Juara di Arsenal, David Raya Tak Jadi Kiper Utama Spanyol di Piala Dunia 2026?
2. IRSX
Sektor: Teknologi dan Streaming Digital
RSX menjadi salah satu saham yang paling banyak dibicarakan investor menjelang Piala Dunia 2026. Emiten ini melalui platform FolaPlay disebut terlibat dalam distribusi konten digital terkait siaran Piala Dunia bekerja sama dengan TVRI dan perusahaan digital lainnya.
Mengapa menarik?
- Berpotensi memperoleh lonjakan pengguna platform streaming.
- Potensi pendapatan iklan digital meningkat.
- Sentimen pasar sangat kuat menjelang dan selama turnamen.
Risiko: Saham berkapitalisasi kecil sehingga volatilitas tinggi.
3. TLKM
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk
-
Terbitkan Obligasi USD 1,5 Milar, Danantara Spill Siapa Pembelinya
-
Tak Hanya Saham, Kripto Mulai Jadi Koleksi Warga RI untuk Investasi
-
Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting
-
Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?
-
Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI
-
Listrik Sejumlah Wilayah Jawa Padam, Mas Bahlil Bilang Masalahnya di PLN
-
Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape
-
IHSG Tembus Level 6.000 Lagi, Saham BUMI dan BRMS Diburu Investor
-
Kemnaker Raih 2 Penghargaan Government Social Media Summit 2026