- Piala Dunia 2026 berpotensi jadi katalis saham media, digital, dan telekomunikasi.
- IRSX, EMTK, VIVA, TLKM, ISAT, dan WIFI masuk radar saham terkait momentum bola.
- Lonjakan iklan dan trafik internet bisa menjadi mesin pertumbuhan pendapatan.
Sektor: Telekomunikasi
TLKM melalui anak usahanya, Telkomsel, menjadi mitra resmi penayangan digital Piala Dunia 2026 lewat MAXstream. Seluruh pertandingan dapat diakses pelanggan Telkomsel melalui platform tersebut.
Mengapa menarik?
- Potensi lonjakan konsumsi data.
- Penjualan paket internet khusus olahraga.
- Pendapatan digital berpotensi meningkat selama turnamen.
Risiko: Persaingan tarif data yang masih ketat.
4. ISAT
Sektor: Telekomunikasi
Meski tidak terlibat langsung dalam hak siar, ISAT berpeluang menikmati efek peningkatan konsumsi data masyarakat selama Piala Dunia.
Mengapa menarik?
- Trafik internet biasanya melonjak saat pertandingan besar.
- Basis pelanggan yang terus tumbuh.
- Fokus pengembangan layanan digital dan jaringan.
Risiko: Kenaikan trafik belum tentu langsung berbanding lurus dengan profitabilitas.
Baca Juga: Meski Baru Juara di Arsenal, David Raya Tak Jadi Kiper Utama Spanyol di Piala Dunia 2026?
5. VIVA
Sektor: Media
VIVA disebut sejumlah analis pasar berpotensi menikmati peningkatan pendapatan iklan dan lonjakan audiens selama Piala Dunia 2026. Sentimen tersebut telah membuat saham ini kembali menjadi perhatian investor.
Mengapa menarik?
- Potensi peningkatan iklan dari merek FMCG dan digital.
- Kenaikan trafik media online.
- Valuasi dinilai masih menarik oleh sebagian pelaku pasar.
Risiko: Ketergantungan pada pasar iklan.
6. WIFI
Sektor: Infrastruktur Digital
Nama WIFI ikut menjadi perhatian karena disebut dalam ekosistem digital yang terkait distribusi konten Piala Dunia melalui platform OTT. Selain itu, perseroan aktif mengembangkan infrastruktur digital nasional.
Mengapa menarik?
- Potensi kenaikan trafik jaringan.
- Pertumbuhan bisnis digital jangka panjang.
- Sentimen kuat dari transformasi digital nasional.
Risiko: Kinerja masih bergantung pada ekspansi bisnis dan monetisasi jaringan.
7. ICBP
Sektor konsumer juga berpotensi menikmati berkah Piala Dunia. Tradisi nonton bareng mendorong peningkatan konsumsi makanan ringan, mi instan, minuman, dan produk FMCG lainnya.
Daya tariknya:
- Konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor ekonomi.
- Produk dekat dengan aktivitas menonton pertandingan.
Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan membeli atau menjual saham tertentu. Seluruh investasi di pasar modal mengandung risiko. Investor wajib melakukan riset mandiri (DYOR), memperhatikan fundamental emiten, kondisi pasar, serta profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan investasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Rupiah Letoy, Warga RI Ramai-ramai Borong Valas dan Khawatir Ekonomi Memburuk
-
Terbitkan Obligasi USD 1,5 Milar, Danantara Spill Siapa Pembelinya
-
Tak Hanya Saham, Kripto Mulai Jadi Koleksi Warga RI untuk Investasi
-
Mendag Tegaskan Amerika Serikat Negara Tujuan Ekspor Terpenting
-
Sinyal dari Thamrin: Isi Dompet Warga RI Mendadak Ludes, Apa yang Terjadi?
-
Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI
-
Listrik Sejumlah Wilayah Jawa Padam, Mas Bahlil Bilang Masalahnya di PLN
-
Gegara Bau Asap, Perokok Mulai Berbondong-bondong Gunakan Vape
-
IHSG Tembus Level 6.000 Lagi, Saham BUMI dan BRMS Diburu Investor
-
Kemnaker Raih 2 Penghargaan Government Social Media Summit 2026