- Penjualan properti nasional turun 25,67% pada triwulan I 2026.
- Pengembang genjot kawasan mixed-use untuk menarik minat pembeli.
- Gading Serpong berkembang jadi magnet ekonomi dan gaya hidup baru.
Suara.com - Pasar properti residensial nasional masih menghadapi tekanan pada awal 2026. Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia mencatat penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan I 2026 terkontraksi 25,67 persen secara tahunan (year on year/yoy), berbalik dari pertumbuhan positif yang tercatat pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah perlambatan tersebut, para pengembang mulai mengubah strategi bisnis dengan memperkuat pengembangan kawasan terpadu yang menggabungkan hunian, area komersial, ruang terbuka hijau, hingga fasilitas gaya hidup dalam satu ekosistem.
Konsep kota mandiri dan kawasan mixed-use kini dinilai semakin relevan seiring perubahan preferensi konsumen. Pembeli tidak lagi hanya mempertimbangkan lokasi rumah, tetapi juga kemudahan akses terhadap pusat aktivitas ekonomi, hiburan, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Salah satu pengembang yang menerapkan strategi tersebut adalah Paramount Gading Serpong. Perusahaan terus mengembangkan kawasan hunian dan komersial terintegrasi sebagai bagian dari konsep urbanisasi berkelanjutan. Fokus pengembangan tidak hanya pada penyediaan hunian, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mampu menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari.
Sejumlah fasilitas yang telah berkembang di kawasan tersebut antara lain Hampton Square sebagai lifestyle mall, sentra kuliner Taman Rasa, hingga Maggiore Hills Park yang berada di sempadan Danau Cihuni seluas sekitar 32 hektare. Fasilitas-fasilitas tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup penghuni sekaligus menjadi ruang interaksi sosial masyarakat.
Pengembangan juga dilakukan di sektor komersial melalui konsep commercial strip dan pedestrian walk yang memungkinkan mobilitas pengunjung lebih nyaman. Sejumlah area komersial seperti Maggiore, Pisa Grande, Sorrento, Verona, Hampton hingga Aniva kini berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari kuliner, pertemuan bisnis hingga kegiatan keluarga.
Tingginya aktivitas ekonomi di kawasan tersebut tercermin dari besarnya minat pasar terhadap produk komersial terbaru Maggiore Signature West yang diluncurkan pada Januari 2026.
Direktur Sales & Marketing Paramount Land Ferry John Sihombing mengatakan pertumbuhan kawasan tidak hanya didorong oleh bisnis kuliner, tetapi juga sektor lifestyle, kecantikan, minimarket, pendidikan hingga layanan kesehatan.
"Beragam kebutuhan harian tumbuh pesat, didorong captive market organik dari puluhan klaster hunian di sekitarnya. Menariknya, pusat keramaian tidak hanya terkonsentrasi pada satu titik, melainkan tersebar merata di hampir seluruh kawasan, menjadikan area ini semakin berkembang sebagai magnet ekonomi baru yang menarik pengunjung dari Tangerang, Jabodetabek hingga luar Pulau Jawa," ujar Ferry.
Baca Juga: Penyebab Investor Asing Malas Masuk ke Pasar Saham RI, Karena Judi Bola Piala Dunia?
Menurutnya, peningkatan aktivitas ekonomi tersebut turut mendorong mobilitas pejalan kaki dan menciptakan lingkungan yang lebih walkable, inklusif, serta nyaman bagi masyarakat.
Strategi pengembangan kawasan terintegrasi juga diwujudkan melalui Pasadena Central District seluas 40 hektare yang mengusung konsep "10 Minutes City Living". Konsep ini memungkinkan penghuni tinggal, bekerja, berbelanja, dan beraktivitas dalam satu kawasan yang saling terhubung.
Selain itu, Paramount Gading Serpong juga mengembangkan Matera Lakeside, kawasan hunian premium yang berada di tepi Danau Cihuni seluas 32 hektare. Mengusung konsep modern resort, kawasan tersebut terhubung langsung dengan Maggiore Hills Park yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung gaya hidup sehat, seperti jogging track, children playground, outdoor gym, backyard hingga akses pedestrian menuju Matera Community Club.
Di tengah tantangan penjualan properti nasional, pengembangan kawasan terintegrasi dinilai menjadi salah satu strategi untuk menjaga daya tarik pasar. Dengan menghadirkan hunian yang terkoneksi dengan pusat aktivitas ekonomi dan fasilitas pendukung, pengembang berharap dapat menjawab kebutuhan konsumen yang semakin mengutamakan kenyamanan, aksesibilitas, dan kualitas hidup.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Hari Anak Nasional: Langkah Kecil ATFAC yang Mengubah Masa Depan Anak-anak Kurang Beruntung
-
Bukan Lagi Sekadar Operator, Indosat Bertransformasi Jadi Perusahaan AI Raup Pendapatan Double Digit
-
Kebakaran Hanguskan Lima Kios di Pasar Ngemplak Tulungagung, Kerugian Capai Rp70 Juta
-
Siapa Nabila Gardena? Influencer Hits yang Dikaitkan dengan Alwin Albar Tersangka Korupsi
-
Ruang Kelas SDN Sendangmulyo Semarang Hancur Ditimpa Pohon Roboh
-
Beli Sofa melalui TikTok, Warga Pekanbaru Tertipu Rp300 Juta
-
Review How to Say You're Sorry, Buku Anak tentang Arti Permintaan Maaf
-
Beda dari Bos Agrinas, Menteri Zulhas Akui Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun Akan Dicek BPK
-
Meledak di TikTok! Pernikahan Nathalie Holscher Tembus 75 Juta Tayangan, Jadi Top Trending
-
Gas Whip Pink Ternyata Laris Manis di Tempat Hiburan Malam Jakarta, Omzet Tembur Rp5 Miliar