Bisnis / Keuangan
Rabu, 17 Juni 2026 | 07:52 WIB
Lahan pertambangan milik PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).
Baca 10 detik
  • MBMA usulkan James Nicholas jadi CFO dalam RUPST 2026.
  • Veteran tambang global Ashutosh masuk sebagai Direktur Operasional.
  • MBMA perkuat manajemen demi ekspansi bisnis bahan baku baterai EV.

Suara.com - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) bersiap melakukan perombakan susunan direksi. Perusahaan bahan baku baterai kendaraan listrik (EV) itu akan mengusulkan pengangkatan dua direktur baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar secara elektronik pada 23 Juni 2026.

Dalam agenda tersebut, MBMA mengajukan James Nicholas sebagai Direktur yang akan menjalankan fungsi Chief Financial Officer (CFO) dan Ashutosh Srivastava Fausimm sebagai Direktur Operasional.

Presiden Direktur MBMA Teddy Nuryanto Oetomo mengatakan kehadiran kedua calon direksi baru itu diharapkan mampu memperkuat struktur kepemimpinan perusahaan, terutama pada aspek keuangan dan operasional.

"Kami percaya pengalaman dan kompetensi yang dibawa oleh calon anggota Direksi baru akan memperkuat kemampuan Perseroan dalam menjalankan strategi bisnis, meningkatkan efektivitas operasional, serta menjaga disiplin keuangan dalam mendukung pertumbuhan jangka panjang MBMA," ujar Teddy dalam keterangan resmi, Rabu (17/6/2026).

James Nicholas bukan sosok baru di lingkungan MBMA. Pria berusia 43 tahun itu telah bergabung sejak November 2022 dan saat ini menjabat sebagai General Manager Finance, Accounting and Tax.

Karier James terbilang panjang di sektor keuangan korporasi. Sebelum bergabung dengan MBMA, ia pernah menjabat sebagai Group Head of Finance, Accounting and Tax di GoTo, Senior Vice President Finance Controller di Lazada Indonesia, hingga berkarier di firma akuntansi global PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia dan Inggris.

Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting bagi MBMA yang tengah mengembangkan ekosistem bisnis baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia.

Sementara itu, Ashutosh Srivastava Fausimm membawa pengalaman lebih dari 35 tahun di industri pertambangan global. Sejak bergabung dengan MBMA pada Maret 2023, ia menjabat sebagai Executive General Manager dan terlibat dalam pengembangan berbagai proyek strategis perusahaan.

Sebelumnya, Ashutosh pernah menempati sejumlah posisi penting di perusahaan tambang internasional seperti Coal India Limited, Mining Plus Pty Ltd, Blackham Resources Limited, Superior Gold Inc hingga Red 5 Limited yang kini dikenal sebagai Vault Minerals Limited.

Baca Juga: IHSG Bangkit di Tengah Ketidakpastian Global, Sucor Sekuritas: Peluang ke 6.700 Masih Terbuka

Keahlian Ashutosh mencakup pengembangan proyek tambang, desain dan perencanaan tambang, pengelolaan operasi hingga pelaporan sumber daya dan cadangan mineral berstandar internasional.

Perubahan susunan direksi tersebut juga diikuti dengan pengajuan pengunduran diri Anthony Kartono Tan dari jabatannya sebagai Direktur Perseroan. Manajemen MBMA menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan dedikasi yang telah diberikan selama masa tugasnya.

Apabila mendapat persetujuan pemegang saham, susunan direksi baru diharapkan dapat memperkuat tata kelola perusahaan serta mendukung ekspansi bisnis MBMA di sektor bahan baku baterai kendaraan listrik yang terus berkembang.

Sebagai salah satu pemain utama rantai pasok baterai EV nasional, MBMA saat ini mengelola aset terintegrasi mulai dari tambang nikel Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), smelter RKEF, fasilitas nickel matte, pabrik HPAL hingga pengembangan Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP).

Melalui penguatan manajemen dan operasional, MBMA menegaskan komitmennya untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan, memperkuat kinerja bisnis, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

Load More