- Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai pada Selasa (16/6/2026) untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz.
- Harga minyak dunia turun tajam hingga 4,8 persen karena pelaku pasar merespons positif pemulihan pasokan energi global tersebut.
- Pasar saham global, termasuk S&P 500 dan Nasdaq, melonjak signifikan dipicu oleh optimisme pemulihan ekonomi dan penurunan tekanan inflasi.
Suara.com - Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam pada hari ini, Selasa (16/6/2026). Sedangkan, pasar saham global menguat setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz.
Kesepakatan tersebut disambut positif oleh pelaku pasar karena dinilai mampu mengurangi gangguan pasokan energi global dan meredakan ketidakpastian ekonomi dunia.
Perkembangan harga minyak dunia, perdamaian AS-Iran, dan Selat Hormuz menjadi perhatian utama investor pada awal pekan ini.
Dilansir NBC News, harga minyak mentah AS ditutup turun sebesar 4,8 persen menjadi US$80,75 per barel.
Sementara itu, minyak mentah Brent yang menjadi acuan internasional melemah 4,7 persen ke level 83,17 dolar AS per barel.
Harga penutupan kedua kontrak tersebut menjadi yang terendah sejak pekan pertama Maret 2026, hanya beberapa hari setelah pecahnya perang dengan Iran.
Penurunan juga terjadi pada harga minyak pemanas yang menjadi indikator bahan bakar pesawat, yang terkoreksi lebih dari 3,5 persen, sedangkan harga bensin grosir turun lebih dari 2,5 persen.
Kondisi ini memperkuat sentimen positif terhadap prospek pasar energi global dan harga minyak dunia.
Sebelum pengumuman resmi kesepakatan, harga minyak sebenarnya telah turun lebih dari enam persen dalam sepekan terakhir karena pasar mulai mengantisipasi adanya penyelesaian konflik. Di sisi lain, pasar saham di berbagai negara merespons positif kabar tersebut.
Baca Juga: Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel
Indeks Stoxx 600 Eropa sempat menyentuh rekor tertinggi baru setelah menguat hampir satu persen, meskipun akhirnya ditutup relatif datar.
Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 melonjak 1,6 persen, Nasdaq Composite naik tiga persen, sedangkan Dow Jones Industrial Average bertambah 470 poin dan mencatatkan rekor penutupan tertinggi baru.
Saham-saham sektor perjalanan menjadi salah satu pendorong utama penguatan pasar. Investor menilai meredanya konflik di Timur Tengah dapat mendukung pemulihan aktivitas transportasi dan pariwisata.
Selain itu, saham teknologi yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI) juga mencatat kenaikan karena pasar berharap tekanan inflasi akibat lonjakan harga energi akan berkurang.
Meski demikian, harga minyak masih berada sekitar 40 persen lebih tinggi dibandingkan awal tahun.
Harga bensin eceran juga tetap tinggi dengan rata-rata mencapai 4,07 dolar AS per galon atau sekitar 36 persen lebih tinggi dibandingkan posisi pada 28 Februari 2026.
Berita Terkait
-
Harga Minyak Dunia Melonjak saat Rupiah Cetak Rekor Terburuk Sepanjang Sejarah
-
Perundingan AS-Iran Alot, Harga Minyak Mentah Global Tertahan di Level Tinggi
-
Harga Minyak Dunia Tertahan di Tengah Drama AS-Iran, Nasib Selat Hormuz Jadi Penentu
-
Iran Stop Komunikasi dengan AS dan Ancam Blokade, Harga Minyak Langsung Naik!
-
Konflik Israel - Lebanon Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 2 persen
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram
-
Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak
-
Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur
-
Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG
-
BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo
-
Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel
-
Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi
-
Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M
-
Tembus Rp1,4 Triiun, Gaji ke-13 untuk TNI-Polri Telah Cair