- IHSG tembus 6.000, Sucor prediksi masih berpeluang menuju 6.700.
- Tekanan pasar dinilai lebih karena krisis kepercayaan, bukan fundamental.
- Sektor komoditas menarik, investor diminta selektif di saham bank.
Suara.com - Di tengah berbagai tekanan global mulai dari konflik geopolitik di Timur Tengah, kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB), hingga ketidakpastian arah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS), pasar keuangan Indonesia justru menunjukkan daya tahan yang cukup kuat.
Pada perdagangan Jumat (12/6/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2,07% ke level 6.007,62. Sementara itu, nilai tukar rupiah juga terapresiasi 0,61% ke posisi Rp 17.865 per dolar AS.
Penguatan tersebut menjadi sinyal positif di tengah masih tingginya ketidakpastian yang membayangi pasar global. Kondisi ini menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam acara Stock Idea Series bertajuk "Kapan Krisis Berakhir? Membaca Sinyal Pasar Saat Semua Orang Takut" yang digelar Sucor Sekuritas.
Senior Technical Analyst Sucor Sekuritas, Reyhan Pratama, mengatakan secara teknikal IHSG masih memiliki ruang penguatan menuju level 6.700 dalam beberapa bulan mendatang. Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek setelah reli yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
"Area 6.000 saat ini menjadi resistance psikologis yang penting untuk diperhatikan investor. Sementara support kuat IHSG berada di sekitar level 5.512. Selama area support tersebut masih terjaga, peluang penguatan lanjutan masih cukup terbuka," ujar Reyhan.
Menurut dia, sektor komoditas masih menjadi salah satu sektor yang menarik untuk dicermati di tengah dinamika global saat ini. Sebaliknya, investor disarankan lebih selektif pada saham-saham perbankan karena sebagian emiten besar sudah mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.
Di sisi lain, Financial Educator Manager Sucor Sekuritas Hendry Wijaya menilai tekanan yang terjadi di pasar saham Indonesia lebih mencerminkan krisis kepercayaan dibandingkan krisis fundamental ekonomi.
Ia menjelaskan sejumlah sentimen negatif seperti penurunan outlook rating Indonesia, potensi perubahan status Indonesia dalam indeks global, hingga ketidakpastian ekonomi dunia sempat membebani pergerakan pasar dalam beberapa bulan terakhir.
Namun demikian, Hendry melihat sejumlah indikator mulai menunjukkan perbaikan. Bank Indonesia dinilai cukup agresif menjaga stabilitas rupiah melalui kebijakan suku bunga, sementara pemerintah terus menunjukkan komitmen menjaga disiplin fiskal.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat
"Valuasi pasar saham Indonesia saat ini juga sudah mencerminkan sebagian besar risiko yang selama ini menjadi perhatian investor," kata Hendry.
Menurutnya, investor perlu mencermati sejumlah indikator penting dalam beberapa waktu ke depan, mulai dari stabilitas nilai tukar rupiah, pergerakan yield Surat Berharga Negara (SBN), arus dana asing, hingga kemampuan IHSG bertahan dari berbagai sentimen negatif tanpa mencetak level terendah baru.
Secara historis, kombinasi indikator tersebut kerap menjadi sinyal awal dimulainya fase pemulihan pasar yang lebih berkelanjutan.
Sementara itu, CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendampingi investor melalui berbagai program edukasi dan pengembangan platform investasi SPOT by Sucor Sekuritas.
Melalui jargon #SPOTSahabatSejatiTrader, Bernadus mengatakan investor membutuhkan lebih dari sekadar aplikasi transaksi. Menurutnya, investor juga memerlukan akses terhadap riset, analisis, komunitas, serta edukasi agar mampu mengambil keputusan investasi secara lebih terukur.
"#SPOTSahabatSejatiTrader bukan sekadar slogan. Ini adalah komitmen kami untuk selalu hadir bersama investor, baik ketika pasar sedang optimistis maupun saat pasar sedang penuh tantangan," ujar Bernadus.
Ia berharap ekosistem investasi yang dibangun melalui berbagai fitur dan program edukasi dapat membantu investor menemukan peluang, mengelola risiko, serta menghadapi dinamika pasar modal yang terus berubah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur
-
Resmi! Port FC Tumbang, Persebaya vs Arema, Persija Hadapi Persib di Semifinal Piala Presiden 2026
-
PBNU Minta Ponpes Tanpa Izin Dilarang Beroperasi dan Dilarang Pakai Gelar Kiai
-
Jokowi ke Kader PSI: Kalau Semua Jalur Mentok, Datang Saja ke Solo
-
Hajar Tampines Rovers 1-0, Igor Tolic Akui Fisik Skuad Persib Mulai Terkuras
-
Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas, Perkuat Produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok
-
5 Serum Wardah untuk Menghilangkan Flek Hitam dan Mencerahkan Wajah, Bye Noda Gelap!