- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan nilai tukar Rupiah menguat ke level Rp16.800–Rp17.500 per Dolar AS pada tahun 2027.
- Proyeksi tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta pada Rabu, 10 Juni 2026.
- Penguatan Rupiah didorong oleh meredanya konflik geopolitik global serta implementasi kebijakan wajib simpan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa percaya diri bahwa nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS bisa menguat tahun depan. Bahkan ia memperkirakan Rupiah bisa sampai ke level Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per Dolar AS di 2027.
Hal ini disampaikan Menkeu Purbaya dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun Anggaran 2027 saat Rapat Kerja Komisi XI DPR RI pada Rabu (10/6/2026).
Purbaya menyebut ada sejumlah faktor yang menyebabkan kurs Rupiah ke Dolar AS menguat tahun depan, salah satunya yakni konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Israel vs Iran yang mulai mereda. Ia memperkirakan ini turut berdampak pada membaiknya pertumbuhan ekonomi global.
"Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Pemerintah memperkirakan Rupiah di tahun 2027 terjaga stabil pada kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per Dolar AS," katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Selain itu, Purbaya mengakui penguatan nilai tukar Rupiah terjadi berkat adanya kebijakan baru soal Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026. Aturan ini mewajibkan para eksportir menyimpan devisa hasil ekspor ke dalam negeri lewat Himpunan Bank Negara (Himbara) alias bank BUMN.
Dalam beleid tersebut, eksportir sektor nonmigas diwajibkan menempatkan 100 persen DHE SDA pada rekening khusus di dalam negeri selama minimal 12 bulan. Sementara itu eksportir sektor migas wajib menempatkan sedikitnya 30 persen DHE SDA selama paling singkat tiga bulan.
"Di tengah tekanan terhadap nilai tukar Rupiah, Pemerintah terus memperkuat koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas sekaligus memelihara momentum pertumbuhan. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan market confidence sehingga akan memperkuat pasokan valas domestik," jelasnya.
Berita Terkait
-
Investasi AI di Indonesia Tetap Jalan Meski Rupiah Lemah
-
Ramai Isu Ditawari Prabowo Jadi Menteri Keuangan, Menkes Budi Buka Suara
-
Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis
-
Purbaya Klaim Harga BBM Naik Berefek Minim ke Inflasi
-
Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Ada Kondisi Mendesak di Pemerintah
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
BRI Peduli Ajak Kelompok Tani di Jawa Barat Tanam 24.000 Mangrove
-
Tanam 24.000 Mangrove, BRI Peduli Perkuat Pemulihan Ekosistem Pesisir
-
Pecah Kericuhan di Menteng, Polisi Bantah Ada Rumah Ibadah Dirusak
-
BRI Peduli Gandeng Petani Lokal di Jawa Barat untuk Tanam 24.000 Mangrove
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
MAKI Desak Kejagung Segera Geledah Rumah Pribadi Febrie Adriansyah di Kebayoran, Ada Apa?
-
BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat
-
70 Rumah Adat Ludes Dilalap Api, 420 Warga Cipta Mulya Sukabumi Mengungsi
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove Bersama Petani Lokal
-
Tangsel Darurat Kekerasan Anak: 118 Kasus Terdata, 34 Pencabulan Menyasar Siswa Laki-laki