- Bluebird memperluas operasional kendaraan listrik di Medan dan Surabaya untuk mendukung mobilitas rendah emisi sepanjang tahun 2025.
- Perusahaan menjalankan program keberlanjutan ESG dan pemberdayaan sosial bagi ribuan penerima manfaat serta karyawan selama tahun 2025.
- Bluebird mencatatkan pendapatan bersih Rp5,7 triliun dan menyetujui pembagian dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp166 per lembar.
Suara.com - Transisi menuju sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan semakin menjadi perhatian di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas perkotaan. Sejumlah pelaku industri kini mulai menempatkan aspek keberlanjutan sebagai bagian penting dari strategi bisnis, termasuk melalui pengembangan kendaraan listrik dan penguatan ekosistem mobilitas terintegrasi.
Salah satu perusahaan transportasi nasional, Bluebird, menjadi contoh pelaku industri yang terus memperkuat arah transformasi tersebut dengan memperluas penggunaan kendaraan listrik sekaligus memperdalam strategi keberlanjutan di berbagai lini operasional.
Sepanjang 2025, Bluebird menjalankan strategi keberlanjutan melalui tiga pilar utama, yakni BlueSky, BlueLife, dan BlueCorps, yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG).
Pada pilar BlueSky, Bluebird memperluas operasional kendaraan listrik melalui peluncuran layanan e-Bluebird di Medan dan Surabaya, serta pengembangan armada e-Goldenbird. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung transisi menuju mobilitas rendah emisi di Indonesia.
Dari sisi sosial, melalui pilar BlueLife, Bluebird memperluas dampak program pemberdayaan masyarakat lewat Program Beasiswa Bluebird Peduli yang menjangkau 3.722 penerima manfaat sepanjang 2025. Selain itu, perusahaan juga memberangkatkan 50 pengemudi dan karyawan untuk menunaikan ibadah umrah sebagai bentuk apresiasi kepada insan perusahaan.
Sementara itu, pada pilar BlueCorps, Bluebird terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) yang tercermin dari berbagai penghargaan di bidang kinerja, layanan, dan keberlanjutan.
Direktur Utama Bluebird, Adrianto Djokosoetono, mengatakan transformasi yang dijalankan perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan jangka panjang.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat layanan inti, mengembangkan segmen non-taksi, meningkatkan kontribusi kanal digital, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan. Dengan fondasi yang semakin kuat dan portofolio layanan yang semakin beragam, kami optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan secara sehat, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dari sisi kinerja, Bluebird membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,7 triliun sepanjang 2025, tumbuh 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia. EBITDA tercatat sebesar Rp1,4 triliun atau naik 13 persen, sementara laba tahun berjalan meningkat 9 persen menjadi Rp643 miliar.
Baca Juga: Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp66,1 T untuk 2027, Difokuskan Bayar Gaji-Beli Kendaraan Listrik
Bluebird juga terus mengembangkan ekosistem mobilitas terintegrasi melalui strategi 3M (multi-product, multi-channel, dan multi-payment). Implementasinya mencakup perluasan layanan transportasi, pengembangan aplikasi digital MyBluebird, integrasi pembayaran digital, hingga pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Bluebird juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp166 per saham atau setara 65,3 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Dividen akan dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat pada 30 Juni 2026, dengan pembayaran dijadwalkan pada 10 Juli 2026.
Perseroan menegaskan bahwa pembagian dividen dilakukan dengan tetap menjaga ruang investasi untuk mendukung penguatan bisnis serta agenda keberlanjutan di masa mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau
-
Sidang Banding Kasus Chromebook Digelar Hari Ini, Nadiem Minta Hakim Uji Ulang Pertimbangan Putusan
-
Dua Titik Lokasi Demo di Jakarta Hari Ini
-
Review Film CODA: Harmoni Keheningan, Musik, dan Cinta Keluarga
-
Bromo Dilanda Kebakaran Hutan, Akses Jemplang hingga Senduro Ditutup
-
Cegah Campak hingga ISPA, Bulan Suplementasi Vitamin A Akan Berlangsung Selama Agustus
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
Cara Membedakan Cinta, Manipulasi, dan Penipuan Menurut Detektif Jubun
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal