- PT ASDP Indonesia Ferry membangun Dermaga 2 dan meningkatkan kapasitas Dermaga 1 di Pelabuhan Tanjung Uban, Kepulauan Riau.
- Proyek infrastruktur ini bertujuan memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta memperkuat konektivitas transportasi laut antarwilayah di daerah tersebut.
- Seluruh pekerjaan konstruksi dan modernisasi fasilitas pelabuhan ditargetkan selesai serta beroperasi optimal pada akhir tahun 2026 mendatang.
Suara.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memulai pembangunan Dermaga 2 sekaligus peningkatan kapasitas Dermaga 1 di Pelabuhan Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.
Pembangunan 2 Dermaga ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas antarpulau dan mengakomodasi pertumbuhan mobilitas masyarakat serta distribusi logistik di wilayah kepulauan.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan pengembangan Pelabuhan Tanjung Uban merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat infrastruktur transportasi laut yang berperan penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
"Setiap dermaga yang kami bangun bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan penghubung berbagai peluang ekonomi, pengembangan sektor pariwisata, dan peningkatan daya saing daerah. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen ASDP dalam mewujudkan visi We Bridge the Nation, menghubungkan wilayah sekaligus membuka akses terhadap pertumbuhan yang lebih inklusif," ujar Heru di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Dalam proyek tersebut, ASDP membangun Dermaga 2 sepanjang 119,48 meter yang dirancang untuk melayani kapal hingga 1.000 Gross Tonnage (GRT). Dermaga baru ini juga akan dilengkapi movable bridge berkapasitas 80 ton guna memperlancar proses bongkar muat kendaraan dan penumpang.
Tidak hanya itu, kapasitas Dermaga 1 juga ditingkatkan melalui penguatan infrastruktur dan fasilitas sandar. Setelah pengembangan selesai, dermaga tersebut akan mampu melayani kapal hingga 2.000 GRT dengan panjang sandar mencapai 200,90 meter.
Dukungan terhadap proyek tersebut turut disampaikan Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad. Menurutnya, peningkatan kapasitas pelabuhan menjadi langkah strategis mengingat karakteristik Kepulauan Riau yang didominasi wilayah perairan dan sangat bergantung pada konektivitas transportasi laut.
Selain Tanjung Uban, ASDP juga melakukan rehabilitasi Dermaga I Pelabuhan Telaga Punggur sebagai bagian dari upaya modernisasi layanan penyeberangan di Kepulauan Riau.
General Manager ASDP Cabang Batam Reno Yulianto mengatakan seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
Baca Juga: Jangan Lupa! Ada Diskon Tiket Kapal Feri Selama Libur Sekolah, Catat Tanggalnya
"Seluruh pekerjaan ini kami targetkan dapat selesai dan beroperasi optimal pada akhir tahun 2026. Melalui peningkatan kapasitas dermaga dan modernisasi fasilitas pendukung, ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang semakin prima guna mendukung mobilitas masyarakat, kelancaran rantai pasok, dan aktivitas ekonomi daerah," jelas Reno.
Pengembangan infrastruktur tersebut dilakukan seiring tingginya aktivitas di Pelabuhan Tanjung Uban. Saat ini pelabuhan tersebut melayani tiga lintasan penyeberangan, termasuk rute Tanjung Uban–Telaga Punggur yang menjadi salah satu jalur tersibuk di Kepulauan Riau.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Pelabuhan Tanjung Uban telah melayani 301.221 penumpang dan 131.684 kendaraan. Tingginya trafik tersebut menjadi dasar ASDP untuk meningkatkan kapasitas pelabuhan agar layanan transportasi penyeberangan semakin lancar, aman, nyaman, dan efisien.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan