- Harga minyak mentah dunia melemah pada 19 Juni 2026 akibat prospek melimpahnya pasokan di pasar global.
- Kesepakatan damai AS dan Iran memicu pembukaan kembali jalur pelayaran tanker minyak di Selat Hormuz.
- Negara produsen di Timur Tengah mulai memulihkan ekspor setelah pencabutan sanksi dan status keadaan kahar minyak.
Suara.com - Harga minyak mentah dunia kembali melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan Jumat 19 Juni 2026.
Penurunan ini dipicu oleh prospek melimpahnya kembali pasokan di pasar global setelah kapal-kapal tanker mulai melintasi Selat Hormuz, menyusul penandatanganan kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka jenis Brent merosot 54 sen atau 0,68 persen ke level 78,31 dolar AS per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS terkoreksi 46 sen atau 0,60 persen ke posisi 76,14 dolar AS per barel untuk kontrak Juli yang akan kadaluarsa pada Senin mendatang.
Adapun kontrak Agustus yang lebih aktif diperdagangkan merosot 79 sen ke level 75,06 per barel.
Kedua acuan harga minyak tersebut sempat menyentuh level terendah sejak awal Maret lalu.
Pelemahan ini terjadi setelah sejumlah kapal tanker, termasuk tiga kapal berbendera Arab Saudi yang mengangkut total 6 juta barel minyak mentah, mulai berlayar melewati Selat Hormuz hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani perjanjian damai guna mengakhiri ketegangan dengan Iran.
Para analis memproyeksikan kesepakatan ini akan melepas lebih dari 85 juta barel minyak mentah yang sebelumnya tertahan di kawasan Teluk Timur Tengah ke pasar global.
Perjanjian tersebut juga mencakup pencabutan sanksi AS terhadap minyak Iran, yang dipastikan bakal menambah volume pasokan dunia.
Baca Juga: Minyak Dunia Sudah Murah, Kok Harga Pertamax Belum Juga Turun?
Meski demikian, pasar masih dibayangi sikap hati-hati. Kepala Analis Pasar KCM, Tim Waterer, menilai para pelaku komoditas masih menunggu bukti kuat terkait normalisasi lalu lintas tanker di Selat Hormuz secara konsisten sebelum mengambil posisi jual lebih lanjut.
Sebagai catatan, sebelum konflik pecah, sekitar seperlima dari total pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia bergantung pada jalur Selat Hormuz.
Analis memprediksi, aktivitas perdagangan di jalur vital tersebut dapat pulih normal dalam beberapa bulan ke depan jika kesepakatan AS-Iran ini terus berjalan stabil. Para produsen di Timur Tengah juga bersiap untuk melanjutkan ekspor
Merespons akan berakhirnya konflik, sejumlah negara produsen minyak di Timur Tengah mulai bersiap memulihkan volume ekspor mereka.
Kuwait Petroleum Corp menyatakan, telah mencabut status force majeure (keadaan kahar) yang sempat diberlakukan selama masa konflik.
Langkah serupa diambil Irak; Menteri Minyak Irak, Basim Mohammed, menegaskan bahwa ladang-ladang minyak di negaranya telah siap beroperasi kembali dan pemulihan kapasitas produksi ke level normal akan dilakukan secara bertahap.
Namun, di tengah sentimen positif perdamaian tersebut, ketidakpastian geopolitik belum sepenuhnya sirna.
Kelanjutan operasi militer Israel terhadap Hizbullah di Lebanon masih menjadi perhatian pasar karena berpotensi mempengaruhi stabilitas jangka panjang dari kesepakatan damai AS-Iran tersebut.
Berita Terkait
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Stok Minyak Dunia Menipis, OPEC+ Mau Tambah Produksi: Harga Siap Melonjak?
-
Pasar Cermati Konflik Timur Tengah, Harga Minyak Bertahan di Level 95 Dolar AS
-
Sentimen Damai Timur Tengah dan Pembatasan Wewenang Trump Redam Harga Minyak
-
IHSG Bisa ke Level 5.700 Jika Terus Melemah Hari Ini
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Rupiah Terus Tertekan, Dolar AS Kembali Sentuh Level Rp17.850
-
Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI
-
88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Penggunaan Kredit
-
Negara Hemat Rp3 Triliun Karena MBG Disetop, Pengusaha Protes: Ganggu Stabilitas
-
MSCI Bongkar Borok Bursa RI di Mata Investor Global, Informasi Saham Tidak Selalu Berbahasa Inggris
-
Tak Lagi Bebas, OJK Batasi Kepemilikan Asing dan Atur Ulang Bisnis BNPL
-
Ekspor Sawit Terancam Mandek, Pengusaha Wanti-wanti Layanan DSI
-
Layani 301 Ribu Penumpang, ASDP Perbesar Pelabuhan Tanjung Uban
-
Emiten Teknologi ELIT Tahan Dividen untuk Ekspansi Bisnis
-
PGN-BRIN Kembangkan Minapadi Salin, Bidik Hasil Padi 7 Ton per Hektare