“Sinergi ini penting agar kreativitas yang tumbuh di masyarakat dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas. Kehadiran pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, komunitas kreatif, perguruan tinggi, koperasi, dan masyarakat dalam satu kegiatan merupakan modal yang sangat baik untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal,” ujarnya.
Krisdianto berharap Pekan Kreatif Nusantara 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, tetapi juga mampu membuka peluang kerja sama usaha, memperluas akses pasar, meningkatkan literasi keuangan, serta mempercepat transformasi digital bagi UMKM dan koperasi.
“Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring antar kota kreatif di Indonesia sehingga pengalaman, inovasi, dan praktik-praktik terbaik yang berkembang di berbagai daerah dapat saling dipelajari dan dikembangkan bersama,” tutup Krisdianto.
Pekan Kreatif Nusantara 2026 berlangsung pada 18–21 Juni 2026 dan menghadirkan berbagai kegiatan mulai dari pameran produk unggulan daerah, festival UMKM, Festival Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, business matching, workshop UMKM cerdas digital, festival literasi keuangan, pagelaran seni budaya, hingga berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat luas. ***
Berita Terkait
-
LPDB Koperasi Perkuat Ekosistem Koperasi, KKMP Sampangan dan KUD Usaha Mina Jadi Contoh Usaha Produk
-
LPDB Kawal Hilirisasi Tebu, Koperasi Perkuat Ekosistem Industri Gula Nasional
-
LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas
-
LPDB Koperasi Perkuat Skema Penyaluran Dana Bergulir untuk Dukung Operasional KDKMP
-
LPDB Koperasi Dorong Generasi Muda Kembangkan Ekonomi Melalui Koperasi Modern
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN