News / Nasional
Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:55 WIB
Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto meninjau aktivitas usaha di Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kunjungan dilakukan untuk melihat perkembangan usaha produktif koperasi dan memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan. (Dok. LPDB Koperasi)

Suara.com - Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, dan KUD Usaha Mina di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Kunjungan itu dilakukan sebagai bagian dari upaya LPDB Koperasi memperkuat ekosistem koperasi nasional sekaligus memastikan pengembangan usaha produktif koperasi berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kunjungan diawali di KKMP Sampangan yang telah diresmikan operasionalnya pada 16/5/2026. Dalam waktu kurang dari satu bulan, koperasi itu menunjukkan perkembangan yang pesat dengan jumlah anggota mencapai 250 orang dan omzet usaha sekitar Rp60 juta per bulan.

Menurut Krisdianto, capaian tersebut menjadi indikator positif bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memiliki prospek besar menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat apabila dikelola secara profesional dan didukung kolaborasi berbagai pihak.

Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto berfoto bersama pengurus koperasi dalam rangka kunjungan kerja ke sejumlah koperasi di Kota Semarang, Jawa Tengah. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya LPDB Koperasi mendorong pengembangan usaha produktif dan peningkatan daya saing koperasi. (Dok. LPDB Koperasi)

“KKMP Sampangan menjadi contoh bagaimana koperasi dapat tumbuh cepat ketika mendapatkan dukungan masyarakat dan membangun kemitraan usaha yang kuat. Ini sejalan dengan semangat pemerintah untuk menjadikan koperasi sebagai instrumen penggerak ekonomi rakyat,” ujar Krisdianto.

Selain memiliki gedung koperasi yang representatif, KKMP Sampangan telah menjalin berbagai kemitraan strategis untuk memperkuat usahanya. Koperasi itu bekerja sama dengan ID FOOD dalam penyediaan kebutuhan pokok masyarakat seperti minyak goreng, telur, beras, gula, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Di sisi lain, KKMP Sampangan juga bermitra dengan Pertamina dalam distribusi tabung gas serta membuka akses pemasaran bagi berbagai produk UMKM milik anggota koperasi. Kolaborasi itu dinilai menjadi contoh bagaimana koperasi mampu menjadi penghubung antara pelaku industri, usaha mikro, dan masyarakat dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

Selanjutnya, Krisdianto mengunjungi KUD Usaha Mina untuk meninjau langsung salah satu unit usaha unggulan koperasi berupa produksi es batu balok yang digunakan sebagai media pendingin kebutuhan sektor perikanan.

Unit usaha itu memiliki peran penting dalam menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan sebelum dipasarkan sekaligus mendukung rantai pasok sektor perikanan di wilayah pesisir. Menurut Krisdianto, usaha produktif seperti ini perlu terus didorong agar koperasi mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi anggotanya.

Baca Juga: LPDB Kawal Hilirisasi Tebu, Koperasi Perkuat Ekosistem Industri Gula Nasional

“Kami melihat banyak potensi usaha produktif yang dapat terus dikembangkan oleh koperasi. Kehadiran LPDB Koperasi adalah untuk memastikan koperasi memiliki akses pembiayaan yang memadai sehingga mampu meningkatkan skala usaha, memperluas manfaat ekonomi bagi anggota, dan memperkuat daya saingnya,” kata Krisdianto.

Melalui rangkaian kunjungan kerja itu, LPDB Koperasi menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan kelembagaan koperasi, pengembangan usaha produktif, serta perluasan kemitraan strategis agar koperasi semakin berdaya saing dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggota maupun masyarakat luas.

Menurut Krisdianto, keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari besarnya usaha yang dijalankan, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan manfaat ekonomi bagi anggota dan masyarakat sekitar. Karena itu, LPDB Koperasi akan terus hadir mendukung koperasi yang memiliki potensi berkembang melalui akses pembiayaan, pendampingan, dan penguatan kapasitas kelembagaan.***

Load More