- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana menambah nilai obligasi daerah tahun 2027 menjadi Rp5,2 triliun.
- Dana obligasi tersebut dialokasikan untuk membiayai proyek strategis LRT rute Manggarai hingga Dukuh Atas dan pembangunan rumah sakit internasional.
- Pemprov DKI Jakarta menggandeng World Bank Group sebagai penasihat teknis untuk penerbitan municipal bond pertama tersebut.
Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menambah nilai penerbitan obligasi daerah pada tahun 2027 mendatang, yang awalnya disepakati di angka Rp3,5 triliun.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan bahwa keputusan penambahan nilai obligasi ini akan segera diputuskan oleh DPRD DKI Jakarta.
"Jadi ada overlapping-nya, pokoknya angkanya kurang lebih Rp5,2 triliun nantinya," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Dana segar dari hasil instrumen finansial tersebut akan dialokasikan untuk membiayai proyek strategis LRT rute Manggarai menuju Dukuh Atas.
Selain sektor transportasi, anggaran besar ini juga bakal menyasar pembangunan bidang sosial serta peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Salah satu terobosan penting yang direncanakan oleh pemerintah daerah adalah pembangunan rumah sakit baru dengan standar pelayanan internasional.
Dalam menyusun langkah ini, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan audiensi dan menggandeng World Bank Group sebagai penasihat teknis.
"Kehadiran World Bank adalah sebagai semacam advisor untuk bagi Indonesia dan tentunya bagi Jakarta yang baru pertama kali akan merilis obligasi daerah atau yang disebut dengan municipal bond," papar Pramono.
Langkah berani ini diambil seiring dengan disepakatinya kebijakan anggaran APBD DKI Jakarta tahun 2027 yang nilainya mencapai Rp82,8 triliun.
Baca Juga: Di Balik TPS Liar Jaktim: Dari Tumpukan Sampah hingga Dugaan Bisnis Ilegal
Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, menyatakan bahwa kesepakatan tersebut merupakan hasil pembahasan intensif antara Badan Anggaran dan pemerintah daerah.
Rencana ini, kata Pramono, juga telah mengantongi restu dan persetujuan prinsip dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Pemprov DKI Jakarta pun kini tengah bergerak cepat untuk mendapatkan izin resmi dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, hingga Bappenas.
Pramono menegaskan, kondisi ketahanan ekonomi dan kapasitas fiskal Jakarta saat ini masih sangat mumpuni untuk melakukan pinjaman daerah.
"Jakarta itu mempunyai kemampuan untuk obligasi sampai dengan Rp20 triliun, jadi masih sangat aman untuk Jakarta," tegas eks Sekretaris Kabinet itu.
Berita Terkait
-
Di Balik TPS Liar Jaktim: Dari Tumpukan Sampah hingga Dugaan Bisnis Ilegal
-
Hadapi El Nino, Pramono Minta RW Siapkan APAR dan Pastikan Pasokan Air Bersih
-
Kemarau Panjang Mengintai, Jakarta Rencanakan Hujan Buatan Tiap Pekan
-
Dari Reruntuhan Menuju Harapan, Kisah SDN Kebayoran Lama Selatan 09
-
Purbaya Ungkap Alasan Utang ke China lewat Panda Bond, Lebih Murah dari Amerika
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Akses Pendidikan Perempuan: Sudahkah Merdeka Belajar Benar-benar Setara?
-
LRT Manggarai dan RS Internasional Jakarta Bakal Dibangun Lewat Obligasi Rp5,2 Triliun
-
Aksi Brutal Tengah Malam, Pria Bersenjata Golok Rusak Fasilitas SPPG di Sukabumi
-
Ada Orang Dalam Bandara, Petugas KLIA Teridentifikasi Bantu Kopilot Selundupkan Ekstasi ke Indonesia
-
Bukan Sekali! Menhut Raja Juli Sering Ketemu Bupati Kuansing Sebelum Kena OTT
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
Buru Talenta dari Timur Indonesia, PB Djarum Kembali ke Makassar Setelah Satu Dekade
-
BRI Sebutkan Penempatan Dana SAL Dorong Intermediasi Perbankan
-
BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil
-
Ngebut Bawa Tas Kuning Isi Ayam, Dua Remaja 16 Tahun di Bali Diciduk Warga