Bisnis / Keuangan
Minggu, 21 Juni 2026 | 10:25 WIB
Kapitalisasi pasar melonjak setelah IHSG terbang. [Suara.com/Rina Anggraeni].
Baca 10 detik
  • Bursa Efek Indonesia mencatat kenaikan kapitalisasi pasar menjadi Rp10.788 triliun sepanjang periode perdagangan 15 hingga 19 Juni 2026.
  • Indeks Harga Saham Gabungan melonjak 2,82 persen ke level 6.177 yang menunjukkan ketahanan pasar modal di Jakarta pekan tersebut.
  • Aktivitas perdagangan mengalami penurunan pada rata-rata nilai, volume, dan frekuensi transaksi harian serta aksi jual bersih investor asing.

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kapitalisasi pasar saham Indonesia naik pada pekan ini. Selama periode perdagangan 15–19 Juni 2026 meningkat 2,51 persen menjadi Rp10.788 triliun dari Rp10.524 triliun pada pekan sebelumnya. 

Kenaikan kapitalisasi pasar ini tidak terlepas dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melonjak 2,82 persen dan ditutup pada level 6.177 dibandingkan posisi 6.007 pada pekan sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan bahwa pergerakan data perdagangan selama sepekan menunjukkan kondisi pasar yang masih dinamis dengan adanya peningkatan pada indikator utama seperti IHSG dan kapitalisasi pasar.

"Peningkatan tertinggi terjadi pada pergerakan IHSG yang naik 2,82 persen, diikuti kenaikan kapitalisasi pasar sebesar 2,51 persen. Sementara beberapa indikator aktivitas perdagangan mengalami penyesuaian dibandingkan pekan sebelumnya," ujar Kautsar dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (21/10/2026).

Pekerja mengamati layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan tipis sebesar 1,02 persen menjadi Rp24,81 triliun dari Rp25,06 triliun pada pekan sebelumnya.

Rata-rata volume transaksi harian di BEI juga mengalami perubahan sebesar 5,83 persen menjadi 34,03 miliar lembar saham dari 36,14 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.

Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian turun 10,33 persen menjadi 2,25 juta kali transaksi dibandingkan 2,51 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Di sisi lain, investor asing pada perdagangan Jumat (19/6) mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp3,19 triliun. Secara akumulatif sepanjang tahun 2026, investor asing masih membukukan nilai jual bersih mencapai Rp68,25 triliun.

Meski investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih, penguatan IHSG dan kenaikan kapitalisasi pasar BEI menunjukkan ketahanan pasar modal Indonesia serta tetap menjadi indikator penting yang diperhatikan investor dalam mengambil keputusan investasi di Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga: Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Load More