- GPIM resmi dideklarasikan di Cibubur untuk mendukung dan mengawal program Presiden Prabowo serta menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat.
- Program unggulan GPIM: MBG (Makan Bowo Gratis) untuk masyarakat luas, dibiayai swadaya anggota dan ditargetkan hadir di 38 provinsi.
- Dua program lainnya: Kusaji Cuan (olah sampah jadi nilai ekonomi/Bio Solar) dan Konsultan (edukasi kesehatan mental, keluarga, dan sosial).
Suara.com - Bertempat di Buperta Cibubur, Jakarta, Gerakan Prabowo Indonesia Maju (GPIM) resmi dideklarasikan oleh para relawannya pada 20 Juni 2026.
Deklarasi ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan awal komitmen GPIM untuk hadir di tengah masyarakat dengan program-program yang nyata, bermanfaat, dan menyentuh kebutuhan rakyat.
Gerakan GPIM ini bertujuan untuk mendukung semua program dan mengawal kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
Seperti diungkapkan oleh Ketua Umum GPIM, Abi Aries Faturrahman, GPIM mengusung tiga program unggulan. Program pertama dari gerakan GPIM adalah MBG atau Makan Bowo Gratis.
"Jadi kalo yang ada di pemerintahan Presiden Prabowo, MBG itu Makan Bergizi Gratis. Kalau di GPMI, singkatan dari Makan Bowo Gratis. Itu program pertama kami," kata Abi.
Dijelaskan lebih lanjut, MBG yang dikelola GPIM bukan hanya ditujukan untuk anak sekolah saja, melainkan seluruh masyarakat. Untuk program pertama MBG ala GPIM telah dilaksanakan di Konawe, Sulawesi Tenggara.
Untuk pembiayaan makan gratis versi GPIM, murni didapat dari para anggota, sama sekali tidak ada bantuan sedikit pun dari pemerintah.
"Kita merogoh kocek masing-masing, jadi ibaratnya program ini sedekah tingkat langit, yaitu memberi makan banyak orang setiap hari," ungkap Abi.
MBG versi GPIM merupakan bentuk kepedulian sosial semua pengusaha yang tergabung di GPIM, untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus mendukung peningkatan gizi masyarakat setiap hari.
Rencananya GPIM akan menghadirkan program MBG di kota-kota di 38 propinsi di Indonesia.
Program kedua diberi nama "kusaji cuan", yaitu mengumpulkan sampah menjadi cuan.
Program ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, serta membuka peluang ekonomi melalui pengelolaan sampah yang bernilai guna.
Penaggulangan sampah ini sangat penting karena tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) seperti Bantar Gebang, Bekasi, dan di wilayah-wilayah lain di Indonesia sudah berpotensi menjadi bom waktu dan membahayakan penduduk di wilayah tersebut.
"Oleh karena itu, kami dari GPIM akan mengelola sampah-sampah tersebut menjadi Bio Solar. Sudah ada pilot projectnya tinggal menunggu mesin yang sudah dipesan. Begitu mesin datang, kami akan langsung tancap gas," jelas Abi.
Program ketiga adalah Konsultan, singkatan dari Komunikasikan, Kesehatan, dan Cinta. Ini sebagai wadah edukasi dan pendampingan masyarakat dalam kesehatanmental, anxiety, NPD (narsistic personality disorder), serta memperkuat keharmonisan keluarga dan kehidupan sosial.
Ke depannya, Abi mengajak seluruh angggota dan simpatisan GPIM untuk bersatu, bekerja nyata, dan menjadi bagian dari solusi permasalahan bangsa.
"Mari kita jadikan GPIM sebagai organisasi yang hadir dengan karya, pengabdian, dan manfaat bagi bangsa Indonesia," tukas Abi.
Berita Terkait
-
Qodari Tolak Negosiasi Program MBG, Pengamat Nilai Bisa Picu Protes Publik Lebih Besar
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Para Ahli Gizi Indonesia Dorong Inovasi Program Hidup Lebih Sehat
-
Mengapa Pengetahuan Masyarakat Adat Penting untuk Mengatasi Krisis Iklim?
-
Pengamat Boni Hargens Soal Revisi UU Polri: Hilangkan Prasangka Buruk Terhadap Polri
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS
-
Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek
-
Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional
-
Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis
-
Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya
-
Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran
-
Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?
-
Harga Bitcoin Menguat Tembus Level US$ 64.000, Siap Menuju 100.000 Dolar AS?
-
Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional