- PT Angkasa Pura Indonesia merevitalisasi Bandara Internasional Minangkabau dengan biaya Rp553 miliar untuk meningkatkan fasilitas dan nuansa budaya lokal.
- Pihak bandara berupaya membuka rute internasional langsung ke Malaysia serta Timur Tengah guna mengoptimalkan potensi pasar perjalanan umrah.
- Pengembangan jangka panjang ini bertujuan menjadikan Bandara Internasional Minangkabau sebagai hub penerbangan strategis yang mampu bersaing di kawasan Asia.
Suara.com - Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mengejar strategi jangka panjang untuk menjadi hub penerbangan international. Nantinya, BIM bisa bersaing dengan bandara -bandara besar di kawasan Asia Tenggara, seperti Singapura dan Malaysia.
Dalam hal ini, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports, tengah merevitalisasi terminal penumpang dengan nuansa budaya daerah minang.
General Manager Bandara Internasional Minangkabau, Dony Subardono, mengatakan saat ini BIM sudah melayani sejumlah penerbangan internasional ke Malaysia dan Singapura.
Namun, peluang ekspansi masih sangat besar karena sejumlah kota potensial di Malaysia hingga Timur Tengah belum memiliki penerbangan langsung ke Sumatra Barat.
"Sekarang ini ada Malaysia dan Singapura. Nah di Malaysia sendiri itu belum direct flight. Ada indirect yang masih kita capture di situ. Ada yang dari Kota Baru, kemudian ada Penang, Langkawi," ujar Dony saat ditemui di Bandara Minangkabau, Padang yang ditulis Minggu (21/6/2026).
Menurut dia, pihak bandara bersama sejumlah mitra tengah menjajaki pembukaan rute langsung dari sejumlah kota tersebut menuju Padang.
Selain Malaysia, Dony juga membidik penerbangan langsung ke Timur Tengah juga mulai dibahas seiring besarnya potensi jamaah umrah dari Sumatra Barat.
"Insya Allah kita tawarkan direct. Dari pihak Pemda sudah diskusi dengan kita mencoba untuk Timur Tengah. Karena kebetulan kita punya basis untuk umroh dan lain sebagainya," jelasnya.
Dony menjelaskan, pasar umrah menjadi salah satu kekuatan utama yang dapat menopang pertumbuhan trafik internasional Bandara Minangkabau. Bahkan, tingkat keterisian penerbangan umrah dari Padang dinilai sangat tinggi.
Baca Juga: Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang
"Umroh sudah jelas. Itu pasti seminggu dua kali minim. Ini malah Garuda setelah melayani embarkasi haji, mereka langsung melayani umroh," ungkapnya.
Tak hanya mengincar Timur Tengah, Bandara Minangkabau juga melihat peluang yang lebih besar sebagai titik transit penerbangan internasional. Secara geografis, posisi Sumatera Barat dinilai strategis untuk menghubungkan berbagai destinasi internasional.
"Kalau dilihat jalur udaranya, seharusnya ini potensinya bisa mencapai ke Erope. Itu malah lebih dekat sih. Lebih dekat ke sini daripada transit ke Jakarta," bebernya.
Namun demikian, menjadikan Bandara Minangkabau sebagai hub internasional merupakan target jangka panjang.
"Hub-nya itu tujuan kita yang jangka panjang. Kita harus bisa mencapai tanggal itu. Ini jangan sampai kita kalah dengan Malaysia, jangan sampai kita kalah dengan Singapura. Minimal kita kumpulkan disini, nanti dari sini mau di-direct ke mana, terserah," kata Dony.
Revitalisasi Terminal Penumpang
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!
-
Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya
-
Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda
-
Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China
-
Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat
-
Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%
-
Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas
-
Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z
-
Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar