- Syngenta luncurkan MIRAVIS Duo untuk tingkatkan produktivitas padi.
- Jember dipilih karena jadi salah satu lumbung pangan nasional.
- Teknologi ADEPIDYN™ diklaim mampu tingkatkan kualitas dan hasil panen.
Suara.com - Syngenta Indonesia resmi meluncurkan fungisida inovatif MIRAVIS Duo® untuk tanaman padi di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Peluncuran yang digelar pada 17 Juni 2026 itu menjadi yang ketiga di Pulau Jawa setelah sebelumnya diperkenalkan di Cilacap dan Karawang.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Syngenta menghadirkan solusi perlindungan tanaman yang efektif dan berkelanjutan guna membantu petani meningkatkan produktivitas padi di tengah tantangan penyakit tanaman dan perubahan iklim.
Jember dipilih sebagai lokasi peluncuran karena memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 2 Juni 2026, Kabupaten Jember menghasilkan 446.097 ton beras dan menjadi sentra produksi terbesar di kawasan Tapal Kuda.
Produksi tersebut didukung berbagai program pemerintah seperti optimalisasi lahan, irigasi perpompaan, subsidi pupuk hingga bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Berbagai program itu diharapkan semakin memperkuat produktivitas sektor pertanian di daerah tersebut.
Untuk mendukung peningkatan hasil panen, Syngenta menghadirkan MIRAVIS Duo® yang mengusung teknologi ADEPIDYN™. Fungisida ini diklaim mampu diserap merata ke seluruh jaringan tanaman dalam waktu enam jam dan memberikan perlindungan hingga 14 hari.
Selain melindungi tanaman dari serangan penyakit, produk tersebut juga membantu menjaga kesehatan daun bendera yang berperan penting dalam proses fotosintesis. Kondisi daun yang lebih hijau dan bersih memungkinkan tanaman memanfaatkan sinar matahari serta air secara lebih efisien.
Dengan kondisi tanaman yang lebih sehat, hasil panen diharapkan meningkat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Gabah yang dihasilkan disebut lebih sehat dan berkilau sehingga memiliki nilai jual yang lebih baik.
Salah satu petani padi di Jember, Irfan, mengaku merasakan peningkatan hasil produksi setelah menggunakan MIRAVIS Duo® pada lahan pertaniannya.
"Kalau tanaman sehat, tenang rasanya. Gabah lebih sehat dan berkilau, daun bendera lebih hijau dan bersih, serta produksi meningkat dibanding musim sebelumnya," ujarnya.
Baca Juga: Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan
Peluncuran MIRAVIS Duo® di Jember dihadiri sekitar 500 petani dari berbagai kecamatan. Pemerintah Kabupaten Jember juga menyambut positif hadirnya inovasi tersebut.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember, Moh. Djamil, mengatakan inovasi teknologi pertanian dibutuhkan untuk menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
"Kami sangat mengapresiasi Syngenta yang telah menghadirkan inovasi bagi petani. Semoga memberikan dampak signifikan bagi pertanian Jember. Apalagi saat ini Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah mencapai Rp 7.500 per kilogram, tertinggi sepanjang sejarah," katanya.
National Sales Head Syngenta Indonesia, Fauzi Tubat, menegaskan perusahaan terus mendorong peningkatan produktivitas petani melalui strategi MAJU yang berfokus pada peningkatan keuntungan petani, percepatan inovasi, pertanian berkelanjutan, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
Menurutnya, peningkatan produksi menjadi kunci untuk mendongkrak pendapatan petani, terutama ketika didukung harga gabah yang sedang berada pada level tinggi.
Selain memperkenalkan produk baru, Syngenta juga menyerahkan bantuan berupa tas dan alat tulis sekolah kepada 20 anak petani berprestasi dari Pesantren Yayasan Al Mubarok, Jember. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan generasi penerus sekaligus upaya memperkuat peran Jember sebagai salah satu pilar lumbung pangan nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor
-
Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok