- Indeks Harga Saham Gabungan menguat ke level 6.205 pada awal perdagangan Senin, 22 Juni 2026 di Bursa Efek Indonesia.
- Perdagangan mencatatkan volume 1,49 miliar saham dengan total nilai transaksi mencapai Rp 1,30 triliun pada pagi hari tersebut.
- IHSG diproyeksikan bergerak konsolidatif sepekan ke depan karena pelaku pasar mencermati ketidakpastian konflik geopolitik global di Timur Tengah.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada awal perdagangan, Senin, 22 Juni 2026. IHSG dibuka terbang ke level 6.217.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.06 WIB, IHSG masih betah di zona hijau dengan naik 0,46 persen ke level 6.205.
Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,49 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,30 triliun, serta frekuensi sebanyak 149.500 kali.
Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 275 saham bergerak naik, sedangkan 256 saham mengalami penurunan, dan 428 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ZONE, MORA, OILS, YPAS, dan MLPT.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, SMMT, ACES, IPCC< PRAY, dan LUCY.
Proyeksi IHSG
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (22/6/2026) hingga sepekan ke depan diperkirakan masih bergerak konsolidatif. Pelaku pasar memilih bersikap hati-hati di tengah beragam sentimen global mulai dari konflik geopolitik di Timur Tengah, arah kebijakan suku bunga bank sentral dunia, hingga hasil tinjauan klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI.
Direktur Reliance Sekuritas Tbk (RELI) Reza Priyambada mengatakan investor masih mencermati perkembangan situasi global setelah belum tercapainya kesepakatan damai secara penuh antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah dinilai membatasi ruang penguatan pasar saham domestik.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan
Pergerakan IHSG pada Senin hingga sepekan ke depan tampaknya cenderung konsolidasi karena pelaku pasar masih mencermati kondisi global pasca belum sepenuhnya tercapainya kesepakatan damai AS-Iran serta masih adanya konflik antara Israel dan Lebanon maupun serangan Israel ke Gaza," kata Reza kepada Suara.com, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, keputusan MSCI yang tetap mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market tidak akan memberikan kejutan besar bagi pasar. Pasalnya, sentimen tersebut sudah lebih dulu diantisipasi oleh investor.
"Dampak dari pengumuman MSCI yang masih mempertahankan posisi Indonesia di Emerging Market tampaknya sudah ter-price in oleh pasar sehingga diharapkan tidak akan menimbulkan shock di market," ujarnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Pembangunan PLTS Koperasi Pertama di Indonesia Capai 80 Persen
-
Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Stagnan Dibanderol Rp2.668.000/Gram
-
Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir
-
IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan
-
Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound
-
Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?
-
SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit
-
Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat
-
Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP