- PT Nitrasanata Dharma Tbk resmi mengumumkan rencana penawaran umum perdana saham JECX di Bursa Efek Indonesia tahun ini.
- Perusahaan yang dikendalikan Grup Emtek ini akan melepas 15 persen saham kepada publik dengan target dana maksimal.
- Dana hasil IPO akan digunakan perusahaan untuk melunasi utang bank serta membiayai ekspansi strategis seluruh anak usaha.
Suara.com - Perusahaan pengelola jaringan rumah sakit dan klinik mata terkemuka di tanah air, PT Nitrasanata Dharma Tbk, resmi mengumumkan rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten JECX.
Dikenal luas publik melalui merek dagang JEC Eye Hospitals & Clinics, perusahaan yang telah berdiri sejak 1 Februari 1984 ini awalnya beroperasi sebagai Klinik Mata Jakarta.
Selama lebih dari empat dekade, perseroan sukses mengembangkan sayap bisnisnya menjadi penyedia layanan spesialisasi kesehatan mata terlengkap, mulai dari tindakan bedah refraksi (LASIK), katarak, hingga pengobatan retina.
Saat ini, JECX mengoperasikan berbagai fasilitas kesehatan mata modern, termasuk Rumah Sakit Mata Tipe A seperti RS Mata JEC Kedoya, serta menyediakan akses jaminan kesehatan nasional lewat layanan pasien BPJS di klinik tertentu, salah satunya JEC Tambora.
Disokong Grup Emtek dan Puluhan Dokter Spesialis
Di balik kokohnya jaringan operasional JECX, terdapat nama besar salah satu konglomerasi raksasa nasional. Berdasarkan dokumen prospektus perusahaan, pengendalian saham PT Nitrasanata Dharma Tbk berada di bawah naungan Grup Emtek melalui PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME).
Adapun rincian struktur kepemilikan saham JECX sebelum pelaksanaan IPO adalah sebagai berikut:
- PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME): 28%
- Dr. Darwan Madja Purba, SpM: 13,11%
- PT Magna Selaras Lestari: 10,15%
- Rayyan Farrel Wardhana Istiantoro: 9,89%
- Nabbil Wardhana Istiantoro: 9,89%
- DR. Dr. Waldensius Girsang, SpM: 6,22%
- Investor Lainnya (Kepemilikan < 5%): Terdiri atas lebih dari 60 dokter spesialis mata serta jajaran manajemen internal perusahaan.
Rencana Aksi Korporasi dan Target Ekspansi Bisnis
Dalam langkah pencatatan saham perdana ini, JECX berencana menawarkan sebanyak 15% dari total sahamnya kepada publik. Jumlah tersebut setara dengan penawaran sebanyak 487,9 juta lembar saham, yang terdiri atas kombinasi penerbitan saham baru serta divestasi dari para pemegang saham pendiri.
Baca Juga: Dibuka Melemah, IHSG Langsung Gacor Setelah Pengumuman MSCI
Manajemen menetapkan perkiraan harga penawaran awal berada pada kisaran Rp1.200 hingga Rp1.400 per lembar saham. Melalui estimasi harga tersebut, perseroan membidik raihan dana segar dari pasar modal maksimal mencapai Rp683 miliar.
Mengenai rencana pemanfaatan modal, seluruh dana yang dihimpun dari hasil IPO ini akan dialokasikan secara strategis untuk memperkuat struktur keuangan dan mendorong pertumbuhan korporasi.
Berdasarkan rencana penggunaan dana, JECX akan memakai uang tersebut untuk melunasi kewajiban pinjaman bank, serta menyalurkan suntikan modal dan pinjaman kepada sejumlah entitas anak usaha guna membiayai agenda ekspansi bisnis ke depan.
Berita Terkait
-
3 Saham Paling 'Sibuk' pada Sesi I, IHSG Ambrol di Zona Merah
-
IHSG Loyo Nyaris ke Level 5.900, 501 Saham Kebakaran
-
IHSG Menghijau di Senin Pagi, Cek Saham yang Cuan
-
IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan
-
Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya
-
Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran
-
Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?
-
Harga Bitcoin Menguat Tembus Level US$ 64.000, Siap Menuju 100.000 Dolar AS?
-
Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional
-
3 Saham Paling 'Sibuk' pada Sesi I, IHSG Ambrol di Zona Merah
-
Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal
-
Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN
-
Listrik Byar Pet, Pengamat UGM: PLN Jangan Jadi 'Perusahaan Lilin Negara'