- IHSG ditutup melemah sebesar 0,98 persen ke level 6.116 pada perdagangan Senin, 22 Juni 2026 di Jakarta.
- Pelemahan terjadi akibat sikap investor yang menantikan pengumuman klasifikasi pasar modal global MSCI pada 24 Juni 2026.
- Selain faktor MSCI, sentimen negatif muncul dari ketidakpastian implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan di Indonesia.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan hingga akhir perdagangan, Senin, 22 Juni 2026. IHSG terkoreksi 60,45 poin atau 0,98 persen ke level 6.116
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG sempat bergerak di teritori positif pada awal perdagangan. Namun, tekanan jual membuat indeks bergerak melemah hampir sepanjang sesi hingga penutupan.
Pelaku pasar saat ini masih menunggu kepastian terkait status Indonesia dalam klasifikasi pasar modal global MSCI yang akan diumumkan pada 24 Juni 2026. Investor juga mencermati hasil tinjauan S&P Global Standards terhadap peringkat Indonesia.
"Investor cenderung bersikap wait and see menjelang pengumuman MSCI mengenai Annual Market Classification Review pada 24 Juni 2026, untuk memastikan apakah Indonesia masih di kelas Emerging Market," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Selain faktor eksternal, pasar juga dibayangi ketidakpastian terkait sejumlah isu dalam implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
Dari sisi sektoral, sektor bahan baku atau basic materials menjadi sektor dengan pelemahan terdalam setelah turun 2,49 persen. Sebaliknya, sektor energi menjadi penopang pasar dengan kenaikan 1,47 persen.
Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp13,42 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 20,70 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 1,69 juta kali.
Pada perdagangan hari ini, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi emiten dengan nilai transaksi terbesar.
Sementara dari sisi volume perdagangan, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), DSSA, dan PT Kota Satu Properti Tbk (KOTA) menjadi yang paling aktif diperdagangkan.
Baca Juga: Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek
Untuk kelompok saham LQ45, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menjadi top gainers setelah melonjak 4,44 persen, disusul PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik 3,27 persen dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang menguat 3,15 persen.
Di sisi lain, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menjadi top losers LQ45 setelah turun 6,48 persen. Pelemahan juga dialami PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar 6,47 persen dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar 5,43 persen.
Phintraco Sekuritas juga mencatat nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,22 persen ke level Rp17.843 per dolar Amerika Serikat (AS), sejalan dengan mayoritas mata uang Asia.
Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level rata-rata pergerakan lima hari (MA5), namun masih bertahan di atas MA10 dan MA20. Jika indeks ditutup di bawah level psikologis 6.100, maka berpotensi menguji area 6.000. Sebaliknya, apabila mampu bertahan di atas 6.100, IHSG diperkirakan masih bergerak konsolidatif pada rentang 6.050 hingga 6.220.
Data Perdagangan
- IHSG: 6.116,69
- Perubahan: -60,45 poin (-0,98 persen)
- Pembukaan: 6.217
- Tertinggi: 6.227
- Terendah: 6.053
- Nilai transaksi: Rp13,42 triliun
- Volume transaksi: 20,70 miliar saham
- Frekuensi transaksi: 1.690.570 kali
Top Value
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Properti Kembali Bergairah, Akses Tol Jadi Magnet Baru Kenaikan Nilai Hunian
-
BI Bidik 200 Pesantren Punya Bisnis Air Minum Kemasan, Jadi Sumber Cuan Baru
-
Purbaya Tetap Ngotot Ekonomi RI Kuat Meski Banyak Protes, Ini Buktinya
-
Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS
-
Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek
-
Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional
-
Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis
-
Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya
-
Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran