Bisnis / Keuangan
Selasa, 23 Juni 2026 | 06:05 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghadapi tekanan jual yang cukup kuat setelah ditutup melemah 0,98% ke level 6.116 pada Senin (22/6/2026). Foto Antara.
Baca 10 detik
  • IHSG berpotensi turun ke 5.723-5.972 sebelum rebound.
  • BBCA, ISAT, NCKL, dan RAJA direkomendasikan buy on weakness.
  • Target penguatan IHSG masih terbuka hingga 6.782.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghadapi tekanan jual yang cukup kuat setelah ditutup melemah 0,98% ke level 6.116 pada Senin (22/6/2026). Meski demikian, pergerakan indeks masih mampu bertahan di atas garis rata-rata pergerakan 20 hari (MA20), sehingga peluang penguatan jangka menengah masih terbuka.

Riset MNC Sekuritas menilai posisi IHSG saat ini diperkirakan masih berada dalam fase wave (b) dari wave [iv]. Namun dalam jangka pendek, indeks masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area support di kisaran 5.723 hingga 5.972.

"Setelah menyelesaikan fase koreksi tersebut, IHSG masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan menuju area 6.548 hingga 6.782," tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya, Selasa (23/6/2026).

MNC Sekuritas mencatat level support IHSG berada di 5.784 dan 5.594, sementara level resistance berada di 6.286 dan 6.459.

Di tengah potensi koreksi pasar, MNC Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik untuk strategi buy on weakness, yakni membeli saat harga mengalami pelemahan.

Saham perbankan jumbo PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu pilihan utama. BBCA terkoreksi 1,19% ke level 6.225 dan masih dibayangi tekanan jual serta bergerak di bawah MA60. Kendati demikian, saham ini dinilai sedang berada pada fase wave [ii] dari wave A sehingga masih menyimpan potensi kenaikan.

MNC Sekuritas merekomendasikan akumulasi BBCA pada area 5.475-6.150 dengan target harga 6.850 hingga 7.150. Adapun batas cut loss berada di bawah level 5.350.

Dari sektor telekomunikasi, PT Indosat Tbk (ISAT) juga masuk radar. Saham ISAT menguat 0,29% ke level 1.740 dan masih didukung volume pembelian meski mulai mengecil. Secara teknikal, ISAT diperkirakan sedang berada pada bagian wave v dari wave (c) dari wave [y].

Untuk saham ini, investor dapat mencermati area beli pada rentang 1.510-1.675 dengan target harga 1.840 hingga 1.950. Stop loss direkomendasikan apabila harga turun di bawah 1.465.

Baca Juga: Merana Ditinggal Investor Asing, IHSG Turun ke Level 6.116 Hari Ini

Sementara itu, saham emiten nikel PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) menunjukkan sinyal yang relatif lebih kuat. Saham ini naik 0,58% ke level 870 disertai peningkatan volume pembelian dan berhasil bertahan di atas MA20.

MNC Sekuritas memperkirakan NCKL tengah memasuki fase wave 2 dari wave (1). Area buy on weakness berada di rentang 820-855 dengan target harga 970 hingga 1.050 dan stop loss di bawah 800.

Adapun dari sektor energi, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) terkoreksi 2,35% ke level 3.740. Pergerakan saham masih cenderung sideways dan berada di bawah MA60 akibat dominasi tekanan jual.

Meski demikian, MNC Sekuritas menilai RAJA masih berada pada bagian wave B dari wave (A), sehingga peluang pemulihan masih terbuka. Investor dapat mencermati area beli 3.150-3.730 dengan target harga 4.080 hingga 4.750 serta stop loss di bawah 2.950.

Secara keseluruhan, MNC Sekuritas melihat pasar saham domestik masih berada dalam fase konsolidasi dengan risiko koreksi lanjutan dalam jangka pendek. Namun, pelemahan tersebut dinilai dapat dimanfaatkan investor untuk mengakumulasi saham-saham pilihan yang memiliki prospek teknikal menarik menjelang potensi rebound IHSG ke area 6.500-an hingga 6.700-an.

Disclaimer: Berita ini ditulis untuk tujuan informasi, bukan ajakan membeli atau menjual efek tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor dengan mempertimbangkan profil risiko, tujuan investasi, dan melakukan analisis secara mandiri.

Load More