Bisnis / Keuangan
Selasa, 23 Juni 2026 | 12:41 WIB
IHSG masih terperosok hingga sesi I perdagangan Selasa. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi 1,29 persen ke level 6.037 pada sesi pertama perdagangan Selasa, 23 Juni 2026.
  • Pelemahan di Bursa Efek Indonesia terjadi akibat tekanan pada saham sektor keuangan, energi, serta komoditas berkapitalisasi besar.
  • Mayoritas bursa Asia turut mengalami pelemahan seiring dengan transaksi di pasar modal Indonesia mencapai Rp6,63 triliun.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terkoreksi hingga sesi I perdagangan, Selasa, 23 Juni 2026. HSG turun 79,17 poin atau 1,29 persen ke level 6.037.

Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, pelemahan IHSG terjadi di tengah tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama dari sektor keuangan, energi, dan komoditas. Sepanjang sesi pertama, indeks bergerak di rentang 6.030 hingga 6.122.

Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp6,63 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 10,77 miliar saham dan frekuensi transaksi mencapai 996.443 kali.

Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj]

Di jajaran saham LQ45, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menjadi penguatan terbesar setelah melonjak 9,56 persen. Sementara itu, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi saham dengan pelemahan terdalam setelah turun 4,39 persen.

Dari sisi sektoral, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang menguat dengan kenaikan 1,32 persen. Sebaliknya, sektor keuangan memimpin pelemahan dengan koreksi 3,03 persen, disusul sektor energi yang turun 2,26 persen.

Di pasar regional, mayoritas bursa Asia juga bergerak melemah. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,72 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 1,13 persen, dan Shanghai Composite China terkoreksi 0,37 persen.

Data Perdagangan Sesi I:

  • IHSG: 6.037 (-1,294 persen)
  • Open: 6.096
  • High: 6.122
  • Low: 6.030
  • Nilai transaksi: Rp6,63 triliun
  • Volume transaksi: 10,77 miliar saham
  • Frekuensi transaksi: 996.443 kali

Top Value:

  • DSSA: Rp805 (-5,29 persen)
  • TPIA: Rp1.965 (+1,81 persen)
  • BBRI: Rp2.910 (+1,39 persen)

Top Volume:

Baca Juga: Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO

  • DSSA: Rp805 (-5,29 persen)
  • BUMI: Rp161 (-0,62 persen)
  • BUKA: Rp95 (-6,86 persen)

Top Gainers LQ45:

  • KLBF: Rp745 (+9,56 persen)
  • SMGR: Rp1.515 (+3,77 persen)
  • TLKM: Rp2.570 (+2,39 persen)

Top Losers LQ45:

  • ANTM: Rp2.830 (-4,39 persen)
  • PTBA: Rp2.480 (-3,50 persen)
  • INCO: Rp5.000 (-3,38 persen)

Top Gainers JII:

  • KLBF: Rp745 (+9,56 persen)
  • RAJA: Rp3.890 (+4,01 persen)
  • TLKM: Rp2.570 (+2,39 persen)

Top Losers JII:

  • ENRG: Rp1.325 (-5,36 persen)
  • ANTM: Rp2.830 (-4,39 persen)
  • PTBA: Rp2.480 (-3,50 persen)

Pergerakan Sektoral:

  • IDX Healthcare: +1,32 persen
  • IDX Finance: -3,03 persen
  • IDX Energy: -2,26 persen
  • IDX Technology: -1,31 persen

Bursa Asia:

  • Nikkei 225: -1,72 persen
  • Hang Seng: -1,13 persen
  • Shanghai Composite: -0,37 persen

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More