Bisnis / Keuangan
Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB
Investor asing masih gemar jual saham RI. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,25 persen ke level 6.101 akibat aksi jual bersih investor asing.
  • Tekanan jual asing mencapai Rp348,13 miliar karena sentimen kebijakan suku bunga Federal Reserve dan ketegangan global.
  • Sektor keuangan menjadi penekan terbesar pasar saham, dengan saham BMRI mencatatkan nilai jual bersih paling tinggi.

Suara.com - Investor asing terus-terusan kabur dari pasar saham Indonesia. Hal ini setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 15,356 poin atau 0,25 persen ke level 6.101.

Salah satunya penyebabnya, karena dorongan aksi jual dari Investor asing. Berdasarkan data Phillip Sekuritas Indonesia, investor asing membukukan net foreign sell sebesar Rp348,13 miliar di seluruh pasar reguler.

Adapun, investor global juga masih mencermati perkembangan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran serta meningkatnya ekspektasi kebijakan suku bunga agresif dari Federal Reserve di bawah kepemimpinan Kevin Warsh.

Pasar futures saat ini memperkirakan peluang 54 persen untuk setidaknya dua kali kenaikan suku bunga masing-masing 25 basis poin hingga akhir tahun.

deretan saham yang merah pada perdagangan hari ini. [Antara]

Dari sisi sektoral, sektor keuangan menjadi penekan terbesar IHSG dengan pelemahan 4,963 persen. Selanjutnya sektor energi turun 3,634 persen dan sektor teknologi melemah 1,955 persen.

Meski asing mencatatkan jual bersih, sejumlah saham masih menjadi incaran investor global. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi saham yang paling banyak diborong asing dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp147,58 miliar.

Disusul PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp126,52 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp101,72 miliar, PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp58,61 miliar, dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Rp37,35 miliar.

Sebaliknya, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi yang paling banyak dilepas investor asing dengan nilai jual bersih mencapai Rp386,58 miliar.

Aksi jual juga terjadi pada saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp95,45 miliar, PT Surya Semesta Internusa Tbk (NATO) Rp72,86 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp58,99 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp55,29 miliar.

Baca Juga: KOSPI dan IHSG Kompak Anjlok Parah, Pasar Saham Merana

Di jajaran top gainers, saham PT Akasha Wira International Tbk (ADES) memimpin dengan kenaikan 11,56 persen ke level Rp34.500.

Disusul PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang naik 8,85 persen ke Rp11.075, PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) melonjak 12,68 persen ke Rp8.000, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) naik 11,23 persen ke Rp4.160, dan PT Roda Vivatex Tbk (RDTX) menguat 2,31 persen ke Rp14.375.

Sementara itu, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadi top loser setelah anjlok 9,85 persen ke Rp11.900.

Diikuti PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) yang turun 14,84 persen ke Rp5.450, PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) melemah 4,20 persen ke Rp21.100, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) turun 2,37 persen ke Rp18.550, serta PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) yang merosot 14,06 persen ke Rp2.200.

Dalam hal ini, nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp32,945 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 41,537 miliar saham. Adapun sebanyak 282 saham menguat, sementara 373 saham melemah.

Top 5 Net Foreign Buy

  • BBRI: Rp147,58 miliar
  • BREN: Rp126,52 miliar
  • TPIA: Rp101,72 miliar
  • PTRO: Rp58,61 miliar
  • RAJA: Rp37,35 miliar

Top 5 Net Foreign Sell

  • BMRI: Rp386,58 miliar
  • DSSA: Rp95,45 miliar
  • NATO: Rp72,86 miliar
  • BBCA: Rp58,99 miliar
  • ASII: Rp55,29 miliar.

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Load More