Bisnis / Makro
Selasa, 23 Juni 2026 | 13:39 WIB
PT Niramas Utama Tbk (JELI) [Suara.com]
Baca 10 detik
  • PT Niramas Utama Tbk, produsen INACO, resmi meluncurkan IPO dengan kode saham JELI di Bursa Efek Indonesia tahun 2026.
  • Perusahaan melepas 350 juta lembar saham dengan target dana Rp392 miliar untuk ekspansi produksi dan pembayaran utang.
  • Tahun 2025, JELI mencatat lonjakan laba bersih lebih dari 200 persen melalui efisiensi biaya operasional yang sangat ketat.

Suara.com - Perusahaan manufaktur di balik merek produk makanan INACO, PT Niramas Utama Tbk, secara resmi mengumumkan rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham JELI.

Didirikan sejak tahun 1990, perusahaan ini telah melekat kuat di hati masyarakat Indonesia sebagai salah satu pemimpin pasar untuk produk nata de coco, minuman jeli (jelly drink), puding siap santap, hingga inovasi berbasis lidah buaya (aloe vera) dan konnyaku.

Tidak hanya menguasai pasar dalam negeri, produk olahan kelapa dan serat alami perseroan juga telah menembus pasar ekspor ke berbagai negara, seperti Jepang, India, China, Thailand, Australia, Kanada, hingga Amerika Serikat.

Menatap tahun 2026, JELI bahkan telah menyusun rencana strategis untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke kawasan Afrika dan Eropa.

Rapor Finansial 2025

Berdasarkan laporan kinerja keuangan terakhir, JELI menunjukkan performa profitabilitas yang sangat positif meski menghadapi dinamika penjualan.

Sepanjang tahun 2025, perusahaan membukukan pendapatan sekitar Rp753,05 miIiar, mengalami penurunan sebesar 4,5% jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya yang menyentuh angka Rp788,43 miIiar.

Kendati pendapatan terkoreksi tipis, tingkat laba bersih perusahaan justru mengalami lonjakan yang sangat signifikan. Laba bersih JELI pada tahun 2025 melesat lebih dari 200% menjadi sekitar Rp39,02 miIiar, berbanding terbalik dengan perolehan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp12,91 miIiar.

Lompatan laba yang spekatkuler ini berhasil dicapai berkat langkah efisiensi pos pengeluaran, di mana beban pokok penjualan berhasil ditekan sebesar 12,58% menjadi Rp462,27 miIiar, membuktikan kemampuan manajemen dalam mengoptimalkan pengelolaan biaya operasional.

Baca Juga: Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis

Struktur Penawaran, Estimasi Harga, dan Penggunaan Dana

Dalam aksi korporasi ini, JELI berencana melepas sebanyak 350 juta lembar saham baru kepada masyarakat. Porsi saham yang ditawarkan tersebut setara dengan 25,93% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pasca-IPO.

Manajemen menetapkan rentang harga penawaran awal berada pada kisaran Rp900 hingga Rp1.120 per lembar saham, sehingga total dana segar yang berpotensi dihimpun dari pasar modal berkisar hingga Rp392 miIiar.

Untuk memperlancar proses emisi saham, perseroan resmi menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Manajemen telah menyusun komitmen pemanfaatan dana hasil IPO untuk memperkokoh struktur permodalan dan kapasitas produksi ke depan, dengan rincian sebagai berikut:

  • 51,04% akan disetorkan sebagai tambahan modal kepada anak usaha, PT NPS, guna meningkatkan kapasitas produksi komoditas gummy candy dan jeli.
  • 18,36% dialokasikan untuk belanja modal (capital expenditure), mencakup pembelian mesin-mesin produksi baru serta peningkatan kapasitas logistik dan gudang penyimpanan.
  • 10,63% digunakan untuk melunasi sebagian kewajiban pinjaman jangka pendek kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, yang diproyeksikan akan memangkas saldo utang dari Rp94 miIiar menjadi Rp54 miIiar.
  • 19,97% sisanya akan dimanfaatkan untuk pemenuhan modal kerja harian, termasuk pengadaan bahan baku dan membiayai aktivitas pemasaran produk.

Pemegang Saham JELI dan Kebijakan Dividen

Load More