- Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp17.843 per dolar AS pada perdagangan Senin, 22 Juni 2026.
- Pelemahan terjadi akibat sikap waspada investor menanti pengumuman MSCI serta sentimen negatif terkait prospek perdamaian Timur Tengah.
- Mayoritas mata uang Asia turut mengalami pelemahan serupa terhadap dolar AS kecuali mata uang baht asal Thailand.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terperosok jatuh hingga akhir perdagangan, Senin, 22 Juni 2026. Pelemahan rupiah ini terus berlangsung dari awal higga akhir perdagangan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp17.843 per dolar AS atau melemah 39 poin atau 0,02 persen dari hari sebelumnya di level Rp 17.804 per dolar AS.
Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, pelemahan rupiah ini disebabkan investor menunggu keputusan MSCI.
"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off domestik, dengan investor cenderung berhati-hati mengantisipasi pengumuman MSCI dalam 1-2 hari kedepan," katanya saat dihubungi Suara.com.
Dia menambahkan, rupiah tidak sendirian, mata uang Asia juga pada umumnya melemah dan indeks dolar AS naik. Salah satunya, investor merespon negatif perkembangan seputar prospek perdamaian di timteng yang permanen.
"Rupiah mungkin masih akan tertekan selama sebelum pengumuman MSCI," jelasnya.
Sementara itu, mata uang Asia juga mengalami pelemahan.
Salah satunya, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,57 persen. Disusul peso Filipina yang ditutup anjlok 0,56 persen.
Selanjutnya ada rupee India yang tertekan 0,41 persen dan ringgit Malaysia terkikis 0,37 persen. Lalu ada yen Jepang terkoreksi 0,3 persen.
Baca Juga: Rupiah Kembali Melemah Meski BI-Rate Naik 100 bps, Pakar Ungkap Penyebabnya
Berikutnya, dolar Singapura turun 0,19 persen dan dolar Taiwan yang sudah ditutup tertekan 0,17 persen. Lalu yuan China turun 0,14 persen. Sedangkan, dolar Hong Kong terlihat melemah tipis 0,04 persen terhadap the greenback.
Sementara Itu, baht Thailand menjadi satu-satunya mata uang yang menguat terhadap dolar AS setelah menguat 0,06 persen pada hari ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek
-
Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional
-
Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis
-
Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya
-
Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran
-
Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?
-
Harga Bitcoin Menguat Tembus Level US$ 64.000, Siap Menuju 100.000 Dolar AS?
-
Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional
-
3 Saham Paling 'Sibuk' pada Sesi I, IHSG Ambrol di Zona Merah