- IHSG merosot 1,62% ke level 6.002,20 pada perdagangan sesi pertama hari Rabu, 24 Juni 2026.
- Penurunan indeks dipicu oleh pelemahan saham perbankan berkapitalisasi besar di tengah melemahnya nilai tukar rupiah.
- Sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang menguat, dipimpin oleh saham EMTK dan BUKA pada perdagangan tersebut.
Suara.com - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan paruh pertama hari ini, Rabu (24/6/2026).
Berdasarkan data yang dirilis oleh BNI Sekuritas, IHSG ditutup anjlok signifikan sebesar 1,62% atau merosot 99,13 poin ke level 6.002,20 pada akhir sesi I.
Sepanjang paruh pertama, indeks komposit bergerak sangat volatil dengan dibuka pada level 6.128,27. IHSG sempat menyentuh posisi tertinggi di level 6.171,38 sebelum akhirnya merosot tajam hingga sempat menyentuh titik terendah di level 5.993,39, nyaris menjebol pertahanan psikologis 6.000.
Kondisi serupa juga menimpa indeks saham-saham likuid berkapitalisasi besar, LQ45, yang terkoreksi sebesar 1,45% atau turun 8,67 poin ke posisi 589,76.
Aktivitas perdagangan di bursa mencatatkan total nilai transaksi mencapai Rp6,74 triliun, yang terdiri dari pasar reguler senilai Rp6,43 triliun dan pasar negosiasi sebesar Rp311,77 miliar. Adapun total volume saham yang diperdagangkan mencapai 12,23 miliar lembar saham.
Koreksi masif di pasar ekuitas domestik ini terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah, di mana mata uang USD-IDR kini bertengger di level Rp17.950. Sementara itu, dari pasar komoditas global, harga minyak mentah Brent tercatat berada di harga US$76,35 per barel.
Berdasarkan tinjauan penggerak sektor (Market Movers by Sector), sektor teknologi (IDXTECH) menjadi satu-satunya sektor yang mampu bertahan dan memimpin penguatan (leading sector) dengan naik tipis 0,25% ke level 6.521,28.
Beberapa saham di sektor ini yang menjadi motor penggerak antara lain PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang melesat 4,59% ke level Rp570 dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang melonjak 6,19% ke harga Rp103.
Di sektor transportasi (IDXTRANS) dan industri (IDXINDUS), meski secara sektoral ditutup melemah masing-masing 1,00% dan 0,57%, beberapa saham di dalamnya masih mampu bergerak positif. Di sektor transportasi, saham SMDR naik 1,37% dan TMAS menguat 0,88%. Sedangkan di sektor industri, raksasa otomotif PT Astra International Tbk (ASII) menguat tipis 0,43% ke level Rp4.700.
Baca Juga: DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas
Sebaliknya, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar justru bertindak sebagai penekan utama pergerakan indeks (lagging movers) setelah ramai ditransaksikan dengan kecenderungan melemah. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun 2,43% ke level Rp4,020, diikuti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang melemah 1,72% ke level Rp2.860, serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang terkoreksi tipis 0,41% ke harga Rp6.100.
Daftar Saham Penggerak Pasar Sesi I
Berikut adalah rincian saham-saham yang mencatatkan aktivitas menonjol pada perdagangan sesi pertama hari ini:
Top Value (Nilai Transaksi Tertinggi)
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) @ Rp1.960 (-4,39%)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) @ Rp4.020 (-2,43%)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) @ Rp2.860 (-1,72%)
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) @ Rp6.100 (-0,41%)
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) @ Rp805 (-3,01%)
Top Gainers (Persentase Kenaikan Tertinggi)
PT Pratama Widya Tbk (PTPW) @ Rp1.510 (+24,79%)
PT Bhakti Agung Propertindo Tbk (BHAT) @ Rp1.635 (+23,86%)
PT Mugi Rekso Abadi Tbk (EMDE) @ Rp78 (+21,88%)
PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (BOGA) @ Rp1.710 (+20,00%)
PT Nusantara Almazia Tbk (CITY) @ Rp182 (+14,47%)
Top Losers (Persentase Penurunan Terdalam)
PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CBPE) @ Rp274 (-12,74%)
PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) @ Rp4.760 (-12,66%)
PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) @ Rp1.290 (-12,54%)
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) @ Rp575 (-10,16%)
PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) @ Rp1.120 (-10,04%)
Disclaimer: Berita ini dibuat berdasarkan rilis data resmi Sesi I BNI Sekuritas. Investasi saham mengandung risiko. Pembaca diharapkan melakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Berita Terkait
-
IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban
-
DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu
-
BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?
-
IHSG Langsung Terbang ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI
-
MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!
-
IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban
-
Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya
-
Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT
-
DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu
-
Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya
-
Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi
-
Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli
-
Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?
-
Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!