- PT Bank KB Indonesia Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp66,59 miliar sepanjang tahun 2025 melalui strategi transformasi bisnis.
- Hasil RUPST 2025 menyetujui laporan tahunan, penggunaan laba sebagai laba ditahan, serta perubahan susunan jajaran direksi perseroan.
- Kinerja positif KB Bank didukung oleh peningkatan kualitas portofolio kredit, efisiensi operasional, serta dukungan penuh KB Financial Group.
Selain itu, pemegang saham menyetujui pelimpahan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan Perseroan Tahun Buku 2026.
Dewan Komisaris juga diberikan kewenangan menetapkan remunerasi bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris.
Dalam rapat tersebut, Perseroan turut menyampaikan perkembangan proses pengkinian Recovery Plan yang dilakukan sesuai ketentuan regulator.
Pembahasan mengenai agenda tersebut akan dilanjutkan pada Rapat Umum Pemegang Saham berikutnya guna memastikan seluruh proses dan persetujuan berjalan sesuai ketentuan.
Pada agenda terakhir, RUPST menyetujui perubahan susunan Direksi sebagai bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan organisasi dan meningkatkan kesiapan menghadapi dinamika industri perbankan.
Pemegang saham menyetujui pengunduran diri Robby Mondong dan Dodi Widjajanto dari jabatan Direktur Perseroan.
Perseroan juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi, dedikasi, dan pengabdian kedua direktur tersebut selama menjalankan tugasnya, terutama dalam mendukung transformasi KB Bank, penguatan fundamental perusahaan, serta peningkatan kinerja KB Bank yang menjadi fondasi pertumbuhan berkelanjutan di masa mendatang.
Berita Terkait
-
Ada Apa dengan Danantara? Lembaga Raksasa Prabowo Sembunyikan Laporan Penting
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat
-
Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci
-
RUPST Bank Jago: Laba Tumbuh 115 Persen, Tetapkan Direksi Baru
-
Emiten Asuransi TUGU Raih Laba Bersih Rp 265,62 Miliar di Kuartal I-2026
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
IHSG Menghijau Lagi Dibuka ke Level 6.000, TPIA dan ASII Mulai Dibeli Asing
-
Waktunya Beli, Harga Emas Antam Dua Hari Nggak Berubah Masih Rp2.665.000/Gram
-
Emiten Konstruksi PPRE Catatkan Pendapatan Rp3,9 Triliun Sepanjang 2025
-
Belajar ke Inggris, Menteri LH Bidik Sampah Jadi Komoditas Bernilai Ekonomi
-
SIG Bina 580 UMKM, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Pekerja
-
LPS Ungkap Tabungan Masyarakat Masih Tumbuh, Simpanan di Bawah Rp100 Juta Naik 4,95 Persen
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027