- Spillify.io hadir sebagai alternatif pemasaran di tengah mahalnya biaya KOL.
- Konsumen kini bisa dibayar memberi ulasan dan rekomendasi produk yang terverifikasi.
- Startup bidik 200.000 Spillers aktif dan ekspansi ke Asia Tenggara.
Suara.com - Biaya promosi melalui key opinion leader (KOL) yang terus membengkak mendorong lahirnya model pemasaran baru di Indonesia. Startup Spillify.io resmi meluncurkan platform Brand Quest Hub yang menghubungkan langsung brand dengan konsumen melalui misi pemasaran berbasis pengalaman nyata atau Quest.
Berbeda dengan strategi pemasaran berbasis influencer, Spillify.io mengandalkan konsumen sehari-hari yang disebut Spillers untuk menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari mengunjungi toko, mencoba produk, memberikan ulasan jujur, hingga membuat konten organik berdasarkan pengalaman mereka.
Seluruh aktivitas tersebut diverifikasi oleh platform sehingga perusahaan memperoleh data, laporan, dan konten yang dapat diukur sekaligus diaudit.
Co-founder & CEO Spillify.io, Firman Natayudha, mengatakan selama ini rekomendasi produk dari mulut ke mulut telah menjadi salah satu kekuatan pemasaran terbesar di Indonesia, namun belum pernah memiliki sistem yang mampu memberikan penghargaan kepada konsumennya.
"Selama ini, orang Indonesia merekomendasikan produk kepada teman-temannya setiap hari secara gratis. Spillify.io hadir untuk mengubah itu. Ngespill sekarang bisa dapat cuan. Untuk brand, ini bukan hanya soal efisiensi biaya. Ini soal membangun kepercayaan yang tidak bisa dibeli dengan endorsement berbayar," kata Firman dalam keterangannya.
Peluncuran Spillify.io terjadi di tengah meningkatnya biaya kerja sama dengan KOL yang disebut rata-rata mencapai Rp 150 juta untuk satu kali aktivasi pemasaran. Di sisi lain, perusahaan dinilai semakin membutuhkan strategi yang lebih efisien sekaligus mampu menghasilkan interaksi konsumen yang autentik.
Mengacu pada riset Nielsen 2025, tingkat kepercayaan konsumen terhadap rekomendasi sesama pengguna disebut tiga kali lebih tinggi dibandingkan konten promosi berbayar. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi model pemasaran berbasis pengalaman langsung konsumen.
Spillify.io memanfaatkan tren tersebut melalui sistem Quest yang menghubungkan brand dengan konsumen sekaligus melakukan proses verifikasi terhadap setiap aktivitas yang dilakukan.
Sebelum resmi diluncurkan, Spillify.io mengklaim telah memperoleh lebih dari 200 founding Spillers yang mendaftar secara organik tanpa kampanye iklan berbayar.
Baca Juga: Libur Sekolah Makin Seru, Rangkaian Acara Kreatif dan Hiburan Keluarga Hadir hingga Juli 2026
Momentum tersebut semakin diperkuat setelah dua komunitas besar bergabung ke dalam ekosistem platform, yakni Mom Influencer yang membawa lebih dari 10.000 anggota serta Affiliate Muslim Indonesia dengan lebih dari 10.500 anggota.
Dengan tambahan komunitas tersebut, Spillify.io optimistis mampu melampaui target awal 1.000 founding Spillers dalam 90 hari pertama setelah peluncuran.
Perusahaan juga mengungkapkan sejumlah startup mulai menjajaki kerja sama karena menganggap model pemasaran berbasis konsumen lebih sesuai dibandingkan mengalokasikan anggaran besar untuk promosi melalui KOL.
Menurut Firman, pendekatan tersebut bukan sekadar menawarkan biaya pemasaran yang lebih efisien, tetapi juga membangun kepercayaan melalui pengalaman nyata konsumen.
"Indonesia punya jutaan konsumen yang setiap hari merekomendasikan produk kepada orang-orang terdekat mereka. Selama ini, nilai itu hilang begitu saja. Spillify.io hadir untuk mengubah itu karena kepercayaan yang dibangun sesama konsumen adalah aset marketing paling kuat yang belum pernah diformalkan," ujarnya.
Ke depan, Spillify.io menargetkan memiliki sekitar 200.000 Spillers aktif dalam tiga tahun mendatang. Indonesia akan menjadi pasar pertama sekaligus laboratorium pengembangan model bisnis sebelum perusahaan melakukan ekspansi ke Malaysia, Singapura, dan Filipina.
Melalui strategi tersebut, Spillify.io berharap dapat membangun standar baru dalam industri consumer activation marketing di Asia Tenggara dengan menjadikan rekomendasi konsumen sebagai aset pemasaran yang terukur, tervalidasi, dan bernilai ekonomi bagi seluruh pihak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar
-
IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol
-
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa
-
Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027
-
Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG
-
Harga LNG Naik, INDEF Ingatkan Pemerintah Mitigasi Risiko PHK Industri
-
Purbaya Akui Pemda RI Belum Siap Rilis Surat Utang, Ogah Bangkrut Seperti Argentina
-
Kartu Kredit Infinite Prioritas Hasil Kolaborasi BRI dan Visa: Hadirkan Banyak Keuntungan Eksklusif
-
Beri Kode Jempol Oke! Purbaya dan Nanik Mulai Timbang Pangkas Anggaran MBG?
-
Purbaya Ogah Disalahkan soal Kebijakan Potong Anggaran Era Sri Mulyani: Saya Pewaris Aja